Radar Kajen

Dongkrak Partisipasi, Rangkul Warga

KPU Forum Diskusi

SOSIALISASI – Anggota KPU Kabupaten Pekalongan, Abi Rizal, tengah menyampaikan sosialisasi dalam Forum Diskusi yang digelar di Hotel Horison. Kegiatan dilakukan untuk mendongkrak pemilih dalam Pilgub Jateng 2018.
TRIYONO

KPU Genjot Sosialisasi

Guna mendongkrak partisipasi pemilih dalam Pilgub Jateng 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan terus melakukan sosialisasi. Seperti yang dilakukan, kemarin. KPU Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dengan merangkul semua segmen dalam rangka menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

Dalam FGD diikuti oleh perwakilan dari BEM Perguruan Tinggi yang ada di Kota Santri. Selain itu juga organisasi perempuan dan LSM.

Usai kegiatan FGD, anggota KPU Kabupaten Pekalongan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Abi Rizal menyatakan bahwa kegiatan digelar untuk mendongkrak peserta pemili pemilu 2018. Yaitu dengan melalui berbagai segmen yang sudah masuk dalam program.

“KPU Kabupaten Pekalongan memiliki 5 segmen yang terbentuk sejak 2015, yaitu segmen keagamaan, segmen perempuan, pemilih pemula, merginal dan disabilitas. Untuk itu mereka kita undang dalam rangka memberikan masukan terkait dengan program KPU untuk menyukseskan Pilgub Jawa Tengah 2018,” terangnya.

Tujuannya, lanjut Abi, untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Jawa Tengah, karena di Kabupaten Pekalongan partisipasi termasuk rendah. Dalam catatan, seperti di Pilgub 2008, partisipasinya hanya 54 persen, 2013 sebanyak 47 persen.

“Ini sangat rendah sekali, makanya kami dorong kerjasama semua segmen tadi melalui sosialisasi. Karena dalam Pilgub 2018 ini, kita target 77,5 persen partisipasi pemilu bisa tercapai. KPU punya program sosialisasi bersama masyarakat yang terwakili dalam 5 segmen, ada 30 kelompok yang kita fasilitasi untuk melakukan kegiatan sosialisasi,” ungkapnya.

Bentuknya, kata dia, mereka akan melakukan sosilisasi sesuai dengan kebutuhan. Seperti pemilih pemula maka pendekatan dengan kebutuhan pemilih pemula, kegamaan sesuai keagamaan. Lebih lanjut disampaikan sosialisasi berlangsung sampai dengan Maret-Mei yang kerjasama dengan KPU.

“Kami mengumpulkan temen segmen ini bahwa pemilih itu harus EKTP, sementara data hasil Coklit kemarin ada 41 ribu penduduk berpotensi pemilih namun belum EKTP. Untuk itu peserta supaya ikut mensosialisasikan ke seluruh element supaya sosialisasi 41 ribu penduduk itu ber EKTP,” imbuhnya. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments