Metro Pekalongan

Labfor Periksa TKP, Usut Penyebab Kebakaran

Labfor Periksa TKP, Usut Penyebab Kebakaran

MEMERIKSA TKP – Tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan Kota memeriksa lokasi kebakaran di Pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan untuk menyelidiki penyebab kebakaran, Senin (26/2) siang.
WAHYU HIDAYAT / RADAR PEKALONGAN

PEKALONGAN – Hingga saat ini, penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan Pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan (Mal Borobudur) berikut isinya, belum bisa diketahui secara pasti.

Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Semarang pun didatangkan untuk mencari penyebab pasti kebakaran. Tim Puslabfor datang ke lokasi pada Senin (26/2) pukul 11.30 WIB.

Dengan didampingi sejumlah anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota, mereka melakukan olah TKP dan pemeriksaan di sejumlah titik. Sasaran pemeriksaan pertama adalah lantai 2 blok B Pasar Banjarsari, tepatnya di dekat kantor dinas pasar setempat. Lokasi ini diperkirakan merupakan awal munculnya titik api.

Pemeriksaan dilanjutkan ke sejumlah ruangan, blok, dan lantai lain. Termasuk pula memeriksa sebuah ruang di lantai dasar yang menjadi pusat instalasi listrik Pasar Banjarsari. Petugas melakukan pemotretan dan mengambil beberapa barang bukti, antara lain abu sisa kebakaran, instalasi kabel, dan beberapa barang lainnya.

Kepala Sub Bidang Fisika Forensik Labfor Mabes Polri Cabang Semarang, AKBP Drs Teguh Primono, selaku Kepala tim pemeriksaan TKP kebakaran di Pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan maupun penyebab kebakaran. “Hasilnya apa, sementara ini belum bisa kita jawab. Hasilnya kira-kira satu minggu lagi,” katanya.

Teguh hanya menjelaskan secara teknis terjadinya sebuah kebakaran. Menurutnya, secara teknis kebakaran terjadi karena tiga unsur yakni adanya oksigen, bahan mudah terbakar, dan sumber panas. “Oksigen dan bahan mudah terbakar berlimpah ruah. Tinggal kita cari sumber panasnya,” paparnya.

Sumber panas dimaksud, berpotensi terjadi karena adanya proses mekanik, proses elektrik, proses kimia, proses biokimia, proses alam (adanya petir), maupun akibat api terbuka. “Dari potensi sumber panas inilah yang nanti akan kita dalami di laboratorium. Akan kita tindaklanjuti di lab, tidak bisa serta merta dapat hasil final. Tetap harus melalui proses laboratoris,” katanya.

Teguh menambahkan, dari olah TKP tersebut pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain sisa-sisa kebakaran, instalasi kabel, dan beberapa barang lainnya.

Disampaikan pula bahwa pihaknya memulai pemeriksaan dari lokasi yang diperkirakan menjadi titik awal rambatan api. “Dari itu kita akan mendalami tingkat kerusakan atau tingkat pemanasan yang paling tinggi. Lokasinya ada di lantai dua blok B. Disitulah akan kami fokuskan terkait potensi sumber panas sebagaimana yang kami sebutkan tadi,” pungkasnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, di sejumlah bekas kios yang berlokasi di lantai 1 Pasar Banjarsari pada Senin siang kemarin terlihat masih ada beberapa titik api yang masih menyala, meskipun tidak terlalu besar. Hawa panas disertai asap dan bau benda-benda bekas terbakar juga masih menyelimuti seisi bangunan Pasar Banjarsari maupun Mal Pekalongan.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat menimpa Pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan, atau yang biasa dikenal Mal Borobudur yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, sejak Sabtu (24/2) sekira pukul 17.15 WIB. Api yang awalnya membakar lantai 2 Pasar Banjarsari, semakin bertambah besar dan menjalar ke Mal Pekalongan.

Kobaran api belum bisa seluruhnya dipadamkan hingga Minggu (25/2) lebih dari jam 11 malam. Petugas damkar bersama TNI Polri, BPBD, tim SAR, Satpol PP, dan relawan berjibaku memadamkan api selama lebih dari 30 jam. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas pun terus melakukan proses pendinginan hingga Senin (26/2) dini hari. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments