Radar Tegal

Guru K2 Tuntut Status

Guru K2 Tuntut Status

MENGADU – Sejumlah guru honorer K2 mengadu ke Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Senin (26/2).
YERRY NOVEL

SLAWI – Puluhan guru yang masuk dalam honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Tegal menuntut kejelasan statusnya. Hal itu terlihat saat guru ini mengadu ke Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Senin (26/2). Mereka mengharapkan agar statusnya sebagai K2 dilengkapi dengan surat keputusan (SK) dari pemerintah daerah setempat.

Pengurus Paguyuban Honorer K2 Kabupaten Tegal, Umi Anisah mengatakan, guru K2 di Kabupaten Tegal sebanyak 508 orang. Mereka tersebar di 18 kecamatan. Hingga kini, status mereka belum jelas. Karena itulah, mereka menghendaki agar Komisi IV dapat membantu untuk memediasikan dengan dinas terkait.

“Kami tidak menuntut jadi PNS, dan tidak menuntut honor. Kami hanya menuntut status guru K2 mau bagaimana?,” ujar Anisah, didepan Ketua Komisi IV Munif, bersama anggotanya.

Anisah mengungkapkan, guru K2 tidak mau disamakan statusnya dengan guru wiyata bakti. Namun, mereka berharap adanya Surat Keputusan (SK) untuk status guru K2. Guru K2 tidak perduli siapa pun yang rela menandatangi SK tersebut.

“Kami tidak mau diombang-ambingkan menunggu regulasi dari pusat,” ujarnya.

Guru K2 lainnya, Bukhori yang mengajar di SD Pesarean 1, menuturkan, mayoritas guru K2 mengajar sejak tahun 2004-2005. Kini, mereka sudah berumur di atas 40 tahun, dan hanya mendapatkan honor sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu perbulan perorang. “Uang segitu hanya sehari habis, karena kita punya istri dan anak,” ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Munif menyatakan bakal mengundang dinas terkait, termasuk Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Bagian Hukum Setda Kabupaten Tegal. Namun demikian, komisi IV bingung karena selama ini banyak honorer K2 yang datang. Honorer K2 yang datang berbeda-beda orangnya. “Kami berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya. (yer)

Facebook Comments