Metro Pekalongan

Kerugian Lebih dari Rp70 M

Keterangan Pers Terkait Kebakaran Pasar Banjarsari

BERI KETERANGAN – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz saat memberikan keterangan kepada media didampingi Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Saprodin dan sejumlah kepala OPD, Senin (26/2).
M. AINUL ATHO

Kebakaran Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur

Kebakaran yang terjadi di Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur, menimbulkan nilai kerugian yang sangat besar. Dari perhitungan sementara terhadap nilai pembangunan gedung, kerugian ditaksir lebih dari Rp70 miliar.

Perhitungan tersebut belum termasuk kerugian yang dialami ribuan pedagang, serta hilangnya potensi pendapatan hingga potensi ekonomi dari perputaran uang yang terjadi di Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur setiap harinya.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dalam konferensi pers, Senin (26/2) mengungkapkan, untuk kerugian riil saat ini mssih dalam perhitungan oleh Pemkot Pekalongan. Namun melihat nilai bangunan gedung saja, Mal Borobudur dibangun dengan anggaran Rp20 miliar dan Pasar Banjarsari dengan nilai Rp50 miliar. “Jadi Rp70 miliar hanya dilihat dari nilai bangunan. Untuk kerugian pedagang, masih terus kami hitung,” jelas Walikota, Senin (26/2).

Selanjutnya, ia juga mengungkapkan kehilangan potensi pendapatan dari PAD setiap tahunnya senilai Rp2 miliar yang terdiri dari pajak restoran KFC senilai Rp68 juta per bulan, retribusi pasar dan parkir dalam pasar senilai Rp500 juta per tahun, dan potensi pendapatan lainnya seperti PBB, pajak reklame, pakak hiburan hingga pendapatan dari parkir di tepi jalan umum di sekitar Pasar Banjarsari.

“Untuk perputaran uang yang ada di Pasar Banjarsari saja, setiap harinya bisa mencapai Rp3,8 miliar yakni dari perhitungan jumlah pedagang sebanyak 2.500 dikalikan pendapatan rata-rata per pedagang sebesar Rp1,5 juta per hari, sehingga mencapai Rp3,8 miliar per hari. Sehingga peristiwa tersebut benar-benar menimbulkan dampak kerugian yang luar biasa,” tambahnya yang didampingi Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Saprodin, Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih dan sejumlah kepala OPD.

Untuk itu Pemkot Pekalongan akan segera mengambil langkah dalam rangka penanganan pasca peristiwa kebakaran. Salah satu yang utama yakni menyiapkan pasar darurat sebagai tempat berdagang sementara.

Pemkot sudah memetakan sejumlah alernatif lokasi seperti Lapangan Setono, Gedung eks Sri Ratu, Lahan Pasar Darurat Kraton, belakang Pasar Grosir Setono dan di Kuripan.

Pemkot juga berencana memisahkan pasar darurat sesuai jenis dagangannya yakni pedagang konveksi, pakaian serta pedagang bahan-bahan basah. “Nanti akan kami petakan untuk penempatannya. Minggu ini kami akan langsung melakukan survey dan kajian terhadap lokasi-lokasi tersebut yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai lokasi pasar darurat. Tidak sampai tiga bulan kedepan pasar sudah disiapkan,” jelas Saelany.

Sembari menunggu penyiapan pasar darurat, untuk sementara para pedagang menempati sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Banjarsari diantara di Jalan Jeruk, Jalan Mangga, Jalan Rambutan, Jalan Blimbing, Taman Patiunus dan Jalan Sultan Agung. “Untuk Jalan Sultan Agung, penempatannya mulai dari depan Apotek Asli hingga ke utara. Karena aktivitas tersebut, kami juga akan menutup Jalan Sultan Agung yang untuk sementara diperuntukkan bagi pedagang,” kata Walikota.

Selain penanganan jangka pendek tersebut, Pemkot juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementrian Perdagangan dan Pemprov Jawa Tengah agar dapat bersinergi dalam pembiayaan untuk pembangunan kembali Pasar Banjarsari. “Paling cepat dalam setahun kedepan sudah ada keputusan untuk membangun kembali Pasar Banjarsari,” tegasnya.

Mengenai penanganan kebakaran yang mencapai 30 jam, Walikota juga menjelaskan bahwa memang ada beberapa kendala, meskipun pihaknya sudah dibantu mobil damkar dari berbagai daerah. Kendala yang dihadapi yakni sulitnya akses ke dalam gedung karena titik api ada di bagian dalam, hingga keterbatasan peralatan untuk mengambil sumber air terdekat yakni Sungai Loji. Hal itu dikatakan Walikota akan menjadi bahan evaluasi agar kedepan perancanaan pembangunan kembali Pasar Banjarsari agar lebih baik lagi.

Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Saprodin menyatakan, untuk penyebab kebakaran sampai saat ini masih terus dilakukan penyelidikan, baik langsung di lokasi kejadian maupun pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Ia menyebut, Polres telah memeriksa sebanyak 17 saksi. “Kami menggali dari sejumlah saksi mulai dari pedagang hingga karyawan. Ini harus diuji betul karena kita harus teliti. Apakah murni kecelakaan, dari mana sumber apinya atau ada yang menumpangi. Harus jeli untuk dapat kesimpulan yang tepat,” pungkasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments