Metro Pekalongan

Pedagang Banjarsari Tempati Ruas Jalan untuk Berdagang

Berjualan Dijalan

PENUH – Puluhan pedagang menempati sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Banjarsari sebagai lokasi berdagang, karena belum adanya kepastian lokasi pasar darurat.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Paska peristiwa kebakaran yang terjadi di Pasar Banjarsari, ratusan pedagang kini menempati sejumlah ruas jalan yang berada di sekitar pasar untuk menjalankan usahanya sementara waktu.

Pada Senin (26/2), terpantau ratusan pedagang menggelar usahanya di Jalan Blimbing, Jalan Mangga, Jalan Jeruk dan Jalan Rambutan. Akibatnya terjadi kemacetan di ruas-ruas jalan tersebut akibat lalu lintas yang padat.

Sejumlah pedagang menyatakan akan terus menempati lokasi tersebut sebelum pasar darurat disiapkan. “Saya dari lantai 2 jual tahu. Semua barang-barangnya habis terbakar kemarin, jadi sementara berjualan disini. Ya nanti jualan disini sampai ada pasar darurat,” tutur Utami, salah satu pedagang yang menempati Jalan Blimbing.

Hal yang sama disampaikan Slamet, penjual ayam potong yang juga menempati Jalan Blimbing untuk berdagang. Ia yang sebelumnya menempati lantai 3 mengatakan akan terus menempati lokasi tersebut sebelum disiapkan pasar darurat. “Semuanya turun kesini setelah kebakaran. Harapannya pasar darurat segera dibangun. Kami akan tetap berjualan disini sebelum pasar darurat dibangun,” katanya.

Terkait kondisi itu, Dishub Kota Pekalongan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas khusus ruas jalan yang berada di sekitar pasar, karena ditempati oleh para pedagang.

Rekayasa yang dilakukan diantaranya membuka lalu lintas dua arah di Jalan Salak dan menutup Jalan Blimbing untuk kendaraan roda dua atau lebih. Penerapan rekayasa tersebut akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal.

“Hari ini sesuai instruksi dari pimpinan dan Bu Sekda, sementara kami lakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka dua arah untuk Jalan Salak, dan menutup akses kendaraan roda empat atau lebih ke Jalan Blimbing. Disana akan dikhususkan untuk sepeda motor dan para pedagang. Sedangkan mobil akan diarahkan langsung ke Taman Patiunus untuk parkir,” terang Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan, M Restu Hidayat.

Selain di ruas jalan di sekitar pasar, Dishub untuk sementara waktu menutup Jalan Sultan Agung dan membuka jalur dua arah di Jalan Bandung untuk menampung kendaraan dari arah Jalan Salak yang juga sudah dibuat dua arah.

Sementara untuk ruas jalan di sekitar pasar seperti Jalan Mangga, Jalan Jeruk dan Jalan Rambutan, Dishub melakukan penataan agar penggunaan untuk pedagang ditempatkan di satu sisi saja. Sisi lainnya, akan digunakan untuk parkir. “Sementara rekayasa tersebut kami lakukan karena kondisi insidentil. Kami akan terapkan rekayasa ini sampai kondisi kembali normal,” tambahnya.

Kepala Dishub, Slamet Prihantono menambahkan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan sesuai dengan penataan pedagang oleh Dindagkop dan UKM. Pihaknya, sudah memberikan rekomendasi ruas jalan mana saja yang dapat digunakan untuk berjualan, sehingga dapat dilakukan rekayasa lalu lintas. “Rekomendasi kami yaitu Jalan Mangga sampai Jalan Jeruk termasuk Jalan Rambutan. Kemudian sebagian Jalan Sultan Agung tapi mulai dari Apotek Asli ke Utara. Jika belum cukup, maka bisa menggunakan sebagian Jalan Blimbing, dan Taman Parkir Patiunus,” jelas Totok, sapaan akrabnya.

Pihaknya memang mempersiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti membuka Jalan Salak menjadi dua arah. Namun penerapannya dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan. “Bisa saja diterapkan, tapi melihat kondisi di lapangan. Jika memang dibutuhkan maka rekayasa untuk membuka dua arah di Jalan Salak bisa diterapkan,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments