Metro Pekalongan

30 Jam Berjibaku dengan Api

30 Jam Berjibaku dengan Api-*)Kebakaran di Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur
*) Berawal dari Lantai 2 Pasar, Menjalar ke Semua Lantai
*) Belasan Mobil Damkar Dikerahkan
*) Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

PEKALONGAN – Kebakaran hebat menimpa Pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan, atau yang biasa dikenal Mal Borobudur yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, sejak Sabtu (24/2) petang.

Peristiwa diketahui sejak Sabtu petang pukul 17.15 WIB. Awalnya terlihat kepulan asap pekat membumbung dari lantai 2 blok II komplek Pasar Banjarsari yang berada di sisi selatan bangunan Mal Pekalongan (Mal Borobudur atau Mal Banjarsari). Bangunan Pasar Banjarsari ini memang menyatu dengan gedung pusat perbelanjaan bernama Mal Pekalongan yang memiliki empat lantai.

Peristiwa ini menyebabkan seluruh pedagang dan pemilik kios di Pasar Banjarsari, maupun pengunjung dan karyawan Mal Pekalongan panik. Mereka langsung berhamburan keluar gedung.

Sebagaimana yang disampaikan salah satu saksi mata yang juga petugas sekuriti Mal Pekalongan, Birin (40). “Awalnya jam 17.15 terlihat dari arah selatan ada asap tebal. Tepatnya dari lantai dua Pasar Banjarsari, dekat kantor dinas pasar dan sebelah selatan tangga lingkar yang mau menuju ke Mal Pekalongan. Kita langsung meminta seluruh pengunjung dan karyawan keluar karena asap mulai masuk ke dalam area mal. Pukul 17.30 mulai proses evakuasi,” ungkapnya.

Sedikitnya 17 mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kota dan Kabupaten Pekalongan serta dari daerah tetangga di pantura, seperti Pemalang, Tegal, hingga Kendal segera dikerahkan ke lokasi. Satu unit mobil water canon dari Polres Pekalongan Kota juga dikerahkan. Petugas gabungan, terdiri dari petugas damkar bersama Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710/Pekalongan, Tim SAR, BPBD, Satpol PP, Tagana, bersama relawan terus berupaya memadamkan api di lantai 2 Pasar Banjarsari. Sejumlah mobil ambulan berikut tim medis juga dikerahkan ke lokasi.

Namun, akibat banyaknya barang mudah terbakar yang ada di dalam pasar, disertai tiupan angin kencang, menyebabkan kobaran api sulit dipadamkan. Beberapa jam kemudian, api semakin membesar dan menjalar ke bangunan Mal Pekalongan. Mulai dari bagian depan lantai 2 Mal Pekalongan yang ada di sebelah utara komplek Pasar Banjarsari. Di Pasar Banjarsari ini sendiri terdapat sekitar 4.000 pedagang yang membuka lapak maupun los/kios.

Upaya pemadaman terus dilakukan petugas gabungan. Antara lain dengan memecah kaca di tangga masuk ke mal maupun kaca jendela agar selang penyemprot air mendapat akses masuk ke mal yang penuh kobaran api. Petugas dengan penuh keberanian berupaya manjinakkan api yang terus membesar. Toko yang penuh dengan benda yang mudah terbakar seperti kain dan pakaian) yang dalam keadaan tertutup menyulitkan para petugas memadamkan api. Sesekali petugas membobol pintu-pintu toko dengan palu besar agar memudahkan proses pemadaman. Untuk memudahkan pemadaman, petugas juga mendatangkan truk yang dilengkapi tangga hidrolik milik Dishub Kota Pekalongan.

Namun proses pemadaman api tetap sulit. Banyaknya warga yang menonton di dekat lokasi semakin mempersulit petugas dan mempersulit hilir mudik mobil damkar. Pada Sabtu malam mulai pukul 21.00 WIB, api mulai membakar lantai 1 sampai 4 Mal Pekalongan. Kobaran api bahkan sudah menjalar ke seisi bangunan di sebelah belakang yang berada di sisi barat. Hingga Minggu malam pukul 22.00 WIB, petugas masih terus berupaya memadamkan beberapa titik api yang berpotensi kembali membesar.

Anggota Tim SAR, Hengky, mengakui sulitnya proses pemadaman. Antara lain disebabkan keterbatasan sarana dan jauhnya sumber air. “Ditambah lagi, banyak ruangan yang tertutup rapat dan asap pekat terus keluar dari dalam gedung. Petugas kesulitan masuk untuk menjangkau titik api,” katanya.

Sementara itu, sejak Minggu (25/2) pagi hingga siang hari, sejumlah pedagang maupun pemilik kios di komplek pasar dan mal tersebut, dibantu petugas, berupaya menyelamatkan barang-barang dagangan mereka. Salah satunya Lanawati, pemilik kios batik di lantai 1. Kiosnya tersebut selamat dari kobaran api. “Mumpung masih bisa diselamatkan, saya evakuasi semua barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” tuturnya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Timur Kompol I Ketut Lanus menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Adapun kerugian materiil, belum bisa dihitung secara pasti. Namun dipastikan kerugiannya mencapai miliaran rupiah.

30 Jam Berjibaku dengan Api-ludes

*) KRONOLOGISDisampaikan pula bahwa kronologis kejadian, kebakaran terjadi sejak Sabtu (24/2) pukul 17.30 WIB. Sumber api diduga berasal dari lantai 2 blok 2, sebelah selatan pasar yang berisi toko plastik dan roti. “Kemudian merembet dan meluas ke ruangan lain diseluruh kompleks pasar Banjarsari dan Mal Pekalongan,” terangnya.

Disampaikan bahwa bangunan komplek Pasar Banjarsari dan Mal Borobudur (Mal Pekalongan) yang ikut terbakar ada di bagian belakang dan depan.

Disebutkan bahwa bagian belakang komplek Pasar Banjarsari terdiri dari 4 lantai, yaitu: pasar lantai satu berisi toko dan kios pakaian; pasar lantai dua berisi toko dan kios kelontong, plastik dan roti; pasar lantai tiga berisi pedagang daging dan ikan; dan pasar lantai empat berupa kantor dan kios pakaian.

Adapun bagian depan Mal Pekalongan, terdiri dari : lantai satu terdiri dari KFC, arena permainan, toko dan kios baju, kios sepatu dan sandal, serta lapak kuliner; lantai dua terdiri dari mal pakaian dan sepatu; lantai tiga terdiri dari Giant Swalayan, Bioskop Borobudur, permainan anak serta toko baju dan sepatu. Sedangkan lantai empat terdiri dari Green Family Karaoke, Stand Kuliner dan 3D selfie zone.

*) DATANGKAN TIM LABFOR

Sementara, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu menambahkan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui. Untuk mencari penyebab pasti kebakaran ini, Tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang hari ini (26/2) akan didatangkan.

“Besok siang (hari ini, red) inshaa Allah Tim Labfor hadir dan langsung melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Baru setelah diputuskan Team labfor ini baru kita berani mengekspose penyebab kebakaran itu,” jelas Kapolres, Minggu (25/2) petang. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments