Features

Melihat Kesigapan Petugas Menghadapi Kebakaran Pasar Banjarsari dan Mall Borobudur

*Sigap, Evakuasi Pengunjung dan Karyawan dalam 45 Menit

Api menghanguskan seluruh bagian Pasar Banjarsari dan Mall Borobudur pada Sabtu (24/2) hingga Minggu (25/2). Meski begitu, hingga saat ini tercatat belum ada korban jiwa, hanya harta benda saja. Bagaimana proses evakuasi pengunjung saat kejadian dilakukan ? M. Ainul Atho’, Pekalongan

Melihat Kesigapan Petugas Menghadapi Kebakaran Pasar Banjarsari dan Mall Borobudur

PADAMKAN API – Petugas damkar terus berupaya memadamkan api yang semakin membesar yang telah membakar bangunan Pasar Banjarsari dan Mall Pekalongan, Sabtu (24/2) malam.
WAHYU HIDAYAT / RADAR PEKALONGAN

Kepanikan melanda para pengunjung Mall Borobudur ketika asap pekat mulai masuk ke kawasan mall di lantai II. Mereka, baik yang tengah berbelanja, maupun usai menikmati hiburan, berhamburan menuju ke pintu keluar di lantai I melalui tangga. Kebetulan, Sabtu (24/2) sore itu, kondisi mal cukup ramai.

Tim security Mall Borobudur yang melihat kondisi itu tak tinggal diam. Mereka sudah bergerak sejak melihat asap pekat mulai masuk ke kawasan mall. 12 anggota security yang sore itu bertugas, dengan sigap mengarahkan dan mengevakuasi seluruh pengunjung agar dapat keluar secepatnya dari dalam bangunan.

“Pukul 17.15, asap pekat mulai masuk ke kawasan mall. Kami melihat asap masuk dari bagian selatan pasar di lantai II. Kami langsung bergerak mengarahkan pengunjung untuk segera keluar dari dalam gedung ini,” tutur Koordinator Security Gedung Mall Borobudur, Sobirin yang ditemui di lokasi.

Ia menggambarkan, kepanikan muncul dimana-mana saat informasi kebakaran pertama kali terdengar oleh pengunjung. Kebetulan karena hari Sabtu, jumlah pengunjung cukup padat. “Ada kepanikan dimana-mana, karena disini masih ramai. Sehingga kami langsung mengarahkan pengunjung agar dapat keluar dengan selamat,” tambahnya.

45 menit kemudian, kondisi Mall Borobudur sudah kosong. Listrik di gedung tersebut dimatikan. Ratusan pengunjung yang tengah menikmati akhir pekan, sudah meninggalkan gedung yang mulai dilahap si jago merah. Usai keluar dari gedung, para pengunjung dengan cepat mengambil kendaraan masing-masing dan menjauh dari lokasi kebakaran.

Birin, sapaan akrabnya melanjutkan, pukul 18.30 api sudah merambat ke bagian Bioskop Borobudur. Api kemudian memutar ke bagian belakang dan selanjutnya merambat ke depan hingga ke lantai I. Beruntung, bahan-bahan mudah terbakar yang ada di lantai I juga sudah ikut diamankan oleh tim security.

“Kami sudah amankan tabung gas yang ada di gerai KFC sehingga tidak meledak. Teman-teman semua langsung bergerak meminimalisir dampak maupun korban. Alhamdulillah tidak ada kesulitan, semua berjalan baik dan seluruh pengunjung meskipun dalam kondisi baik tetap dapat keluar dengan kondisi selamat dan baik-baik saja,” tuturnya.

Kepanikan tak hanya melanda pengunjung mall. Para pedagang pakaian dan konveksi yang sebagian besar berada di bagian depan lantai I juga tak kalah panik. Namun api yang cepat membesar, membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah menyaksikan seluruh aset usahanya dilahap si jago merah.

Solehah salah satunya. Ia memiliki satu kios di bagian depan lantai I Mal Borobudur. Tak hanya dirinya, ada 10 anggota keluarganya yang juga memiliki kios yang berderet di lokasi itu. Informasi kebakaran yang diterimanya, membuatnya dan seluruh keluarga yang memiliki kios dan toko disana panik.

Namun ia keluarganya tak bisa berbuat apa-apa. Saat berupaya menyelamatkan barang dagangan, ia dihadang petugas karena kondisinya sangat berbahaya. “Adik-adik saya yang punya toko ingin menyelamatkan yang bisa diselamatkan tapi kami dihalangi petugas karena kebakaran semakin membesar. Semuanya habis terbakar,” kata Solehah.

Ia memiliki harapan agar setelah kejadian ini ada perhatian dari pemerintah. Yakni berupa mencarikan lokasi baru untuk berdagang dan memberikan akses agar mereka bisa mendapatkan modal untuk kembali berdagang. “Padahal ini sudah menjelang Lebaran. Hanya tinggal beberapa bulan lagi,” ujarnya.

Solehah hanya salah satu dari ratusan pedagang yang merasakan kepedihan yang sama. Terpantau hanya ada satu dua toko yang masih bisa melakukan evakuasi barang dagangan. Pada Minggu (25/2) pagi hingga siang, terpantau salah satu toko di bagian depan sebelah selatan melakukan aktivitas evakuasi barang miliknya berupa kain. Menggunakan dua mobil pick up secara bergantian, mereka berupaya menyelamatkan aset yang masih bisa diselamatkan.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments