Radar Kendal

Guru TPQ Deklarasi Tolak Golput

Guru TPQ Deklarasi Tolak Golput

DIWISUDA – Usai diwisuda, ratusan guru TPQ menggelar deklarasi tolak golput, radikalisme dan perangi narkoba dan minuman keras.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Ratusan guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dibawah naungan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ) Forum Ukhuwah Silaturrohim Pendidikan Al-Quran (Fuspaq) Kabupaten Kendal mendeklarasi tolak golput Pilkada Jawa Tengah dan radikalisme serta perangi narkoba dan minuman keras (Miras).

Deklarasi dilakukan usai wisuda guru TPQ marhalatul ula ke-30 yang digelar di ruang rapat gedung paripurna DPRD Kendal, Minggu (25/2). Hadir Ketua Fuspaq Mustamsikin, Ketua LP Maarif Kendal Ibnu Darmawan, Ketua Badko TPQ Abu Suyuti dan dari Kantor Kemenag Kendal.

Ketua Fuspaq Mustamsikin mengatakan, deklarasi tolak golput yang dilakukan guru TPQ ini sebagai bentuk pendidikan politik menjelang Pilgub Jawa Tengah, sehingga pada saat pemilihan kepala daerah mendatang anggota Fuspaq tidak akan abstain dalam memberikan hak suaranya. Hak suaranya akan diberikannya sesuai dengan hati nuraninya. Kemudian, sebagai ujung tombak di desa-desa dan kampung-kampung, mereka juga tolak radikalisme dan narkoba serta minuman keras.

“Narkoba, minuman keras merupakan penyakit masyarakat dan sekaligus menjadi musuh bersama di negeri ini yang harus diperangi. Peredaran narkoba miras begitu luar biasa. Kalau ini tidak diperangi bisa merusak generasi penerus bangsa,” kata dia.

Mustamsikin mengungkapkan, wisuda guru pegajar TPQ Fuspaq ini merupakan program wajib. Ini merupakan angkatan ke-30. Setiap angkatan jumlah yang mengikuti wisuda bervariatif. Mereka mendapatkan pendidikan selama satu semester dilanjutkan dengan praktek mengajar di TPQ dan ujian tulis serta lisan. Saat ini anggota Fuspag sebanyak 5.600 guru TPQ. Sedangkan guru Madrasah Diniyah (Madin) sebanyak 5.000 lebih. “Kalau siswa TPQ ada 53.000 lebih. Data itu kita perbaruhi terus,” ungkap dia.

*PRIHATIN

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti tentang uang transport temuan BPK. “Kita prihatin. Guru TPQ mengeluhkan hal itu, mereka terima tidak banyak, per tahun dapat Rp 300 ribu dipotong pajak. Disitu bahwa bahasanya ada kesalahan prosedur dan harus dibenarkan lagi,” terang dia.

Ketua PGPQ Akhmat Masduki mengatakan, peserta wisuda sebanyak 194 guru TPQ. Namun yang berhasil lulus hanya 190 guru TPQ. Sedangkan empat peserta tidak lulus. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments