Radar Kendal

Pelaku Kasus Pembunuhan yang Dicor Jemput Korban ke Rumah

Pelaku Jemput Korban ke Rumah

MINTA PELAKU DIHUKUM – Keluarga Fitria Anggreni, Sumiyati meminta polisi menghukum pelaku yang menghabisi nyawa anaknya dengan hukuman yang setimpal.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Keluarga Fitria Anggreni, wanita yang dibunuh, dikubur dan dicor di kamar mandi, meminta polisi menghukum pelaku yang menghabisi nyawa anaknya dengan hukuman setimpal.

Orangtua korban, Sumiyati, menjelaskan bahwa sebelumnya, pelaku menjemput anaknya di rumahnya. Korban pamit hendak diajak pelaku menjaga temannya yang sedang sakit di rumah sakit Kendal. Namun selang dua hari, pelaku bersama istrinya kembali datang ke rumah menanyakan korban. Keluarga tidak curiga karena berpikiran masih berada di rumah sakit. Orangtua berupaya menghubungi korban tetapi tidak bisa dan mendapat kabar anaknya.

“Mau menginap pamitnya di rumah sakit Kendal menjaga temannya yang sakit,” kata dia, kemarin.

Sementara itu, suasana di rumah pelaku di Desa Puguh, Kecamatan Boja, masih dipasang garis polisi. Sejumlah warga dan tetangga tidak mengira rumah Didik Ponco digunakan untuk mengubur korban. Kamar mandi yang berada di belakang tidak terlalu besar. Bak mandi yang digunakan untuk mengubur korban juga kecil. Warga sekitar tidak curiga, saat pelaku mengaduk pasir dan semen di depan rumahnya. Saat ditanya pelaku berdalih akan menambal kamar mandi yang bocor, warga juga tidak mencium bau menyengat dari rumah pelaku.

“Pelaku tinggal dengan istrinya. Seminggu ini istrinya diungsikan ke Bandungan tempat neneknya. Warga tidak curiga saat pelaku mengaduk pasir dan semen, karena saat ditanya untuk menambal bak mandi yang bocor. Setidaknya tiga kali pelaku mengaduk pasir dan semen di depan rumah. Posisi korban saat ditemukan di dasar bak mandi yang ditimbun dengan pasir dan cor,” kata Supardi, tetangga pelaku.

Pelaku hingga saat masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal untuk mengungkap motif pelaku membunuh dan mengubur korban di bak mandi. Keterangan dari keluarga korban, pelaku kerap meminta uang hasil kerja korban. Dugaan sementara pelaku sakit hati saat ditagih hutang oleh korban.

“Pelaku emosi korban berkata kasar dan menjeratnya dengan selendang,” Kasat Reskrim Porles Kendal AKP Aris Munandar. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments