Lain-lain

Belajarlah dari Semut yang Tak Egois

Jika Anda melihat ada dua semut yang bertemu, itu artinya semut yang satu sedang memberikan madu kepada semut yang lainnya. Ya, semut menyimpan madu di dalam perutnya dan sekarang ia menyalurkannya ke dalam perut temannya. Di dalam perut semut terdapat 2 lambung. Lambung yang terdepan, yang dekat dengan mulutnya, adalah lambung tempat madu yang akan diberikan kepada teman-temannya. Lambung yang kedua terletak di belakang yang pertama, adalah tempat untuk menyimpan madu bagi dirinya sendiri. Melalui mulutnya, semut memberikan madunya yang tersimpan di lambung yang pertama kepada teman-temannya yang membutuhkannya.

Inilah hal yang indah dari semut. Semut rela berbagi berkat dengan teman-temannya bahkan berkat yang sudah masuk ke dalam perutnya sekalipun rela ia keluarkan lagi bagi yang membutuhkannya. Sepertinya semut mengerti betul bahwa berkat itu selalu saja ada bagi dirinya sehingga ia tidak perlu takut-takut untuk memberi dan berbagi kepada teman-temannya yang sedang membutuhkan makanan.

Berbeda jauh dengan manusia. Manusia lebih mementingkan dirinya sendiri, kurang mau berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Manusia cenderung menumpuk berkat bagi dirinya sendiri. Itulah sifat manusia yang sangat jauh berbeda dengan semut.

Kita sungguh-sungguh perlu merendahkan hati untuk belajar dari semut. Kebiasaan semut yang mulia di dalam kerelaannya untuk memberi, harus juga menjadi sifat dan kebiasaan kita. Bukankah Tuhan pernah berkata, ‘Lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Sumber: Artikel Alam
Editor: Khoirunnisa'(SMK ISTHIFAIYYAH NAHDLIYYAH KOTA PEKALONGAN)

Facebook Comments