Radar Kajen

PKS Targetkan Lima Kursi

Rakerda PKS Kab Pekalongan

RAKERDA – Ketua DPD PKS Kabupaten Pekalongan Riska Yulianto menyampaikan sambutan dalam acara Rakerda partai.
TRIYONO

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan menargetkan lima kursi di DPRD dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2019 mendatang. Pengurus DPD kini mulai melakukan konsolidasi bersama pengurus tingkat kecamatan.

Hal itu terungkap dalam pelaksanaan Rakerda di gedung pertemuan kolam renang Karanganyar, Sabtu (24/2).

Ketua DPD PKS Kabupaten Pekalongan, Riska Yulianto, menyatakan bahwa dalam pelaksanaan Rakerda kali ini ada tiga poin utama yang dibahas. Pertama adalah pelantikan tim pemenangan pemilu daerah, kedua konsolidasi pemenangan Pilgub Jateng, dan ketiga penentuan target perolehan kursi DPRD pada Pileg 2019.

“Dalam rakerda kali ini, kami dari DPD PKS Kabupaten Pekalongan menargetkan memperoleh satu kursi di tiap tiap daerah pemilihan. Artinya kami menargetkan pada Pileg 2019 PKS mendapatkan lima kursi,” tegasnya.

“Sementara untuk Pilgub Jateng minimal menargetkan perolehan suara 55-60 persen bisa meraihnya. Kami juga memerintahkan semua kader PKS untuk dor To Dor untuk memperkenalkan pak Dirman dan bu Ida ke masyarakat,” tandas Riska Yuliyanto.

Adapun Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, pada kesempatan menghadiri acara Rakerda dan membuka kegiatan tersebut menyatakan, PKS yang mengidentifikasikan diri sebagai partai Islam dalam memperjuangkan ideologi yang diusung di era sekarang ini mendapatkan tantangan yang cukup berat.

Menurutnya, di Amerika saja, politik identitas juga berlaku di sana. PKS dalam memperjuangkan politiknya adalah dalam rangka memperjuangkan nilai-nilai luhur ukhrowi dan dunia. Memang hal itu membutuhkan perjuangan berliku dan berat.

Hal yang sama seperti yang dilakukan Pemkab Pekalongan saat ini tengah membangun spiritual dan intelektualitas masyarakat Kabupaten Pekalongan. Salah satunya adalah dengan mendorong perkembangan delapan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan. Yang sudah berjalan adalah IAIN Pekalongan, saat ini sudah 3000 mahasiswa sudah berkuliah di kampus IAIN di Kajen, harapannya semua mahasiswa perguruan tinggi tersebut pindah ke kampus baru di Kajen.

Kemudian rencana berdirinya Pusat Pendidikan Polisi di Limbangan, Karanganyar, pengembangan AKN Kajen dan pembukaan program studi Undip di Pekalongan. Kemudian pengembangan Stikes Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

“Semua itu kami dorong untuk memantik berkembangnya perekonomian masyarakat serta ikhtiar membangun spritualitas dan intelektualitas masyarakat Kabupaten Pekalongan.” (Yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments