Radar Batang

Anggaran Perbaikan Jalan dan Jembatan Masih Andalkan Bantuan Pusat

Anggaran Perbaikan Jalan

KUNKER – Komisi D DPRD Kabupaten Batang melakukan kunker ke Pemkot Tomohon untuk belajar terkait pengelolaan jalan dan jembatan, terumata pada penganggarannya, Rabu (21/2).
DONY WIDYO

TOMOHON – Setiap tahunnya anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan maupun peningkatan kapasitas jalan di seluruh kabupaten dan kota sangatlah besar. Untuk memenuhi pembiayaanya, hampir seluruh daerah masih mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“DAK untuk jalan dan jembatan saat ini masih menjadi andalan utama dalam melakukan perbaikan maupun pembangunan jalan dan jembatan yang rusak. Karena jika mengandalkan PAD, jelas tidak mampu memenuhi,” ujar Asisten I Bidang Kesra Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Drs Octavianus DS Mandagi saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Rabu (21/2).

Octavianus DS yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Joice Taroreh ST MSi menjelaskan, besaran DAK yang diterima setiap daerah memang berbeda-beda. Pada tahun 2018 ini, hampir seluruhnya mengalami penurunan. Sehingga daerah harus benar-benar mempunyai skala prioritas dalam penggunaanya.

Joice Taroreh menambahkan, pada anggaran 2018 Kota Tomohon mendapatkan DAK untuk jalan sebesar Rp53,7 Milyar. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 yang jumlahnya mencapai Rp80 Milyar. Sedangkan untuk panjang jalan kabupaten yang ada di Kota Tomohon panjangnya 503 kilometer.

Jumlah tersebut tentu saja mematik rasa penasaran dari anggota Komisi D yang dipimpin koordinatornya, Nur Cahyaningsih. Pasalnya, dengan panjang jalan kabupaten yang hampir sama, Kabupaten Batang tahun 2018 ini hanya mendapat DAK Rp17 milyar saja. Padahal dari segi luasan daerah, Kota Tomohon juga luasannya sangat jauh dibanding Kabupaten Batang.

“Ini yang menarik perhatian kami, kenapa Kota Tomohon bisa mendapat DAK untuk jalan jauh lebih besar dibandingkan daerah kami. Karena itulah, mungkin pada kesempatan ini kita bisa saling berbagi upaya-upaya apa saja yang dilakukan agar bisa mendapatkan DAK yang cukup besar,” tanya Ketua Komisi D DPRD Batang, H Tofani Dwi Arianto.

Mendapat pertanyaan tersebut, Joice Taroreh menmgungkapkan tidak adanya trik khusus dalam pengajuan DAK ke Kementrian Pekerjaan Umum, karena hampir sama dengan daerah lain. “Cuma kita harus lebih intens melakukan komunikasi, termasuk memberikan setiap data yang diperlukan. Termasuk diantaranya skala prioritas perbaikan maupun peningkatan jalan yang harus dilakukan. Dan jika pihak Kementrian melakukan survai lapangan, kita juga harus bisa memberikan data dan menunjukan fakta dilapangan terkain kondisi jalan yang ada di daerah,” jelasnya.

Disisi lain, lanjut Joice Taroreh, pihak daerah juga harus bisa menunjukan jika DAK ataupun bantuan lain yang telah diberika dipergunakan tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan yang ada. “Bila ada tim survai, kita harus bisa menujukan titik jalan mana saja yang akan diperbaiki maupun ditingkatkan. Selain itu, juga ditunjukan hasil penggunaan DAK tahun sebelumnya yang dikerjakan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Setelah berdiskusi cukup intens, selanjutnya pihak Komisi D DPRD Batang akan berkoordinasi dengan OPD terkait di daerah agar bisa menerapkan apa yang telah dilakukan pihak Pemkot Tomohon dalam menyerap DAK untuk jalan dan jembatan. “Dengan ilmu yang didapatkan dari Kota Tomohon ini diharapkan tahun depan DAK yang kita terima bisa meningkat. Mengingat dengan DAK tahun ini, dikhawatirkan banyak kerusakan jalan belum bisa ditangani,” tandas Tofani. (don)

Penulis & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments