Radar Batang

Siaga Bencana Berlaku sampai Maret

Ulul Azmi AP MM

Ulul Azmi AP MM

BATANG – Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan di Kabupaten Batang mulai mengalami penurunan. Namun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan status siaga darurat bencana masih akan berlaku sampai Bulan Maret mendatang.

“Status ini sifatnya antisipasi sekaligus sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana selama musim hujan 2017/2018. Maka rentang waktu atas status itu dibuat maksimalis, yakni sejak curah hujan belum tinggi sampai musim hujan mulai beralih ke kemarau,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi AP MM, Jumat (23/2).

Status kesiapsiagaan juga mengacu pada prediksi curah hujan yang dirilis BMKG. Bupati Batang telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 360.2/540/2017 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung di Wilayah Kabupaten Batang.

Kata Ulul, status siaga darurat bencana berlaku sejak 4 Desember 2017 sampai 31 Maret 2018. SK itu rutin diterbitkan setiap tahunnya dalam upaya merespon musim hujan. “Karena sepanjang musim hujan itu, potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin putting beliung otomatis meningkat. Maka kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, meski kemarin-kemarin cuaca sesekali panas,” terangnya.

Selama musim hujan ini, Kabupaten Batang pun tidak luput dari peristiwa bencana, seperti banjir dan longsor, meski sifatnya kecil. Beberapa ruas jalan dan jembatan juga rusak karena terdampak, salah satunya Jembatan Merah yang menghubungkan Dukuh Tampingan, Tombo, Kecamatan Bandar dengan Dukuh Kemploko, Kambangan, Blado.

Kecuali itu, sepanjang Februari ini juga terjadi kasus anak hanyut dan tenggelam di sungai di mana empat korban ditemukan tewas. Tiga anak tenggelam di Curug Jeglong Kali Lampir Desa Margoso, Tersono, sementara satu lagi terjadi di Sungai Gerung, Wonobodro, Blado.

“Kami meminta warga tetap berhati-hati saat beraktivitas di sungaii, terutama untuk anak kecil agar diawasi. Sebab, meski kondisi arus sungai tengah normal, kita tidak tahu kondisi cuaca di wilayah atas. Kalau di atas banjir, alirannya kan ikut ke bawah. Pemerintah daerah sangat prihatin terhadap kasus tenggelamnya 4 anak itu, mari kita jaga bersama agar tak berulang lagi,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments