Metro Pekalongan

BI Tegal Musnahkan Rp3,6 T Uang Lusuh

Cek Keaslian Uang

CEK KEASLIAN – Peserta sosialisasi ciri keaslian uang rupiah saat melakukan pengecekan keaslian uang rupiah dalam kegiatan yang digelar BI tegal, Sabtu (24/2).
M. AINUL ATHO’

Sepanjang 2017

Kantor Perwakilan BI Tegal memusnahkan uang lusuh atau tak layak edar sebesar Rp3,6 triliun selama tahun 2017 lalu. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 10 persen jika dibandingkan uang lusuh yang dimusnahkan sepanjang tahun 2016 yakni sebesar Rp4,03 triliun.

Uang yang dimusnahkan tersebut merupakan uang yang ditarik lewat perbankan, kas keliling maupung langsung lewat BI.

Humas BI Tegal, Tulus menjelaskan, setiap tahun BI secara rutin memusnahkan uang yang tak layak edar, dan digantikan dengan uang yang layak hasil cetak sempurna. Dikatakan Tulus, dari tahun 2016 ke tahun 2017, jumlah uang tak layak edar yang dimusnahkan mengalami penurunan. Karena BI terus melakukan sosialisasi terkait clean money policy untuk menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik.

“BI Secara massif terus melakukan penarikan uang lusuh, dan menggantikan dengan uang yang fresh atau layak edar. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar dapat memperlakukan uang Rupiah dengan baik, sehingga tidak cepat rusak atau lusuh. Yakni dengan tidak melipat, mencorat coret atau melakukan tindakan lain yang dapat merusak uang,” jelasnya yang ditemui usai kegiatan Sosialisasi Ciri Keaslian Uang Rupiah di Hotel Santika, Sabtu (24/2).

Tulus melanjutkan, bagi masyarakat yang memiliki uang lusuh agar segera ditukarkan dengan uang yang layak edar. Uang lusuh yang dapat ditukarkan yakni minimal ukuran uang masih 2/3, lusuh, terlipat asalkan masih terdapat nominal dan nomor seri yang jelas. Kemudian, jika uang robek dan ditambal, yang terpenting potongan antara dua uang yang robek masih menyambung.

Selain dapat menukarkan dengan langsung, masyarakat juga dapat menukarkan uang lusuh melalui jasa PT Pos Indonesia. Masyarakat tinggal mengirimkan uang lengkap dengan data jumlah uang dan nomor rekening melalui PT Pos Indonesia. “Uang pengganti, akan langsung masuk ke rekening masing-masing,” tambahnya.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Tegal, Suyatno menjelaskan, sosialisasi yang diberikan kepada kasir BPR dan lembaga non bank yakni berdasarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) BI. “Utamanya terkait dengan peredaran uang rupiah sampai ke pelosok terluar dan terpencil, serta mengawal kebijakan clean money policy supaya kita bisa menjamin kualitas uang yang beredar di masyarakat,” jelas Suyatno.

Secara visual, ia menyatakan banyak perlakuan masyarakat terhadpa uang rupiah yang membuat uang cepat lusuh atau rusak. Sehingga dalam kegiatan juga dilakukan sosialisasi bagaimana memperlakukan uang rupiah. “Uang rupiah adalah simbol kedaulatan negara sehingga perlu dijaga dan diperlakukan dengan baik. Karena bicara cost untuk mencetak uang ini sangat besar sehingga jika baru dicetak sudah rusak maka mengurangi efektivitas penggunaan uang baru,” tuturnya.

Ia berpesan agar masyarakat dapat menggunakan dan bertransaksi dengan uang yang fresh dan layak edar. Sementara uang yang sudah tidak layak agar segera ditukarkan. “Namun fenomena yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat lebih sering menggunakan uang tak layak edar dan menyimpang uang yang layak edar,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments