Radar Kendal

Tangkap Begal, Pembunuhan Terbongkar

Tangkap Begal, Pembunuhan Terbongkar-kronologi kejadian*Korbannya Pemandu Lagu
*Mayat Dipendam dan Dicor Semen

KENDAL – Sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampaui. Peribahasa ini tepat untuk kerja polisi di Kendal. Bagaimana tidak, Polres Kendal yang awalnya membongkar kasus pencurian dengan kekerasan dengan menangkap seorang begal, berhasil membongkar kasus pembunuhan dengan tersangka sama.

Pelakunya adalah DPS (38) warga Dusun Masiran RT 04, RW 07. Saat diperiksa polisi, begal motor ini mengaku membunuh pacarnya, pemandu karaoke (PK) yang bekerja di karaoke Dinasty Nglimut di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kejamnya lagi, pelaku mengubur jasad pacarnya di dalam bak kamar mandi rumah pelaku dan ditutup dengan cor semen. Aksi kejam itu dilakukan karena pelaku kesal korban tak juga membayar hutang.

Kasatreskrim AKP Aris Munandar, kepada, wartawan, Jumat (23/2) petang, membenarkan pengungkap tersebut. Kata dia, awalnya pelaku membegal motor Fitri Anggraeni (24) warga Dusun Tanggul Angin, RT01/RW03, Kecamatan Margosari.

Tangkap Begal, Pembunuhan Terbongkar-tkp

TKP – Seorang pemandu karaoke (PK) hiburan malam dan karaoke Dinasty Nglimut, fitri Anggraeni dibunuh oleh temannya sendiri dan mayatnya dikubur di dalam bak kamar mandi rumah pelaku dan ditutup dengan cor semen.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

“Selain membunuh Fitri Anggraeni, tersangka juga melakukan perampasan sepeda motor milik karyawaan pabrik garmen PT Mas Sumbiri Campurejo, bernama Kasiyati, warga Dusun Balak RT01/RW 06, Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Jumat (23/2) pagi,” kata dia.

Kasatreskrim mengungkapkan, terkuaknya pembunuhan mayat PK Fitri Anggraeni itu bermula dari laporan Kasiyati yang sepeda motornya dibegal pelaku. Saat itu korban hendak berangkat bekerja. Di tengah perjalanan menaikki motor, punggung korban tiba-tiba dipukul pelaku dari belakang sebanyak tiga kali dengan mengunakan batang tebu sepanjang 60 CM. Akibatnya, korban terjatuh. Aksi pelaku tak sampai disitu saja. Korban yang terjatuh ditendang pelaku. Korban pun tak berdaya. Pada kesempatan itulah, pelaku membawa kabur motor Honda Beat warna putih nopol H 6985 AMD milik korban.

“Atas informasi itu Kepala Sentra Kepolisian terpadu (KA SPKT) dengan anggota Reskrim melakukan pengecekan ke lokasi perampasan motor di jalan Ngabean-Kliris ikut Dusun Balak, Desa Ngabean. Korban pembegalan motor dimintai keterangan. Selain itu juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di TKP. Dari olah TKP dikembangkan mengarah kepada pelaku DPS,” ungkap dia.

Tangkap Begal, Pembunuhan Terbongkar-korban

Foto Korban
(kiri/baju merah)
semasa hidup.

Selanjutnya, Unit Reskrim berhasil mengamankan pelaku dan dibawa ke Polsek Boja untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan oleh Unit Reskrim, pelaku mengakui melakukan pembunuhan karyawan tempat hiburan malam Venus Nglimut bernama Fitri Anggraeni. Korban bekerja di Dinasty kurang lebih dua tahun. Usai membunuh, pelaku mengubur korban di bak kamar mandi dan menutup dengan cor semen.

“DPS mengaku membunuh itu awalnya kami tidak percaya 100 persen. Karena posisi tersangka dalam posisi terdesak kemungkinan berbohong untuk melarikan alibi lain. Kemudian kami lakukan cek ke TKP rumah pelaku di Dusun Krajan Rt 02 / Rw02, Desa Puguh, Kecamatan Boja, ternyata benar ada penemuan tempat yang diduga untuk pembuangan mayat. Jadi posisi mayat dibuang di bak mandi yang dicor dengan semen dan masih basah,” tukas Kasatreskrim.

Karena curiga, cor semen kemudian dilakukan pembokaran paksa dan ditemukan jenazah korban yang diakui pelaku telah dibunuhnya. Untuk luka korban saat ini masih dilakukan otopsi di RS Bhayangkara. Pengakuan tersangka, korban dihabisi dengan dicekik menggunakan selendang yang ada di rumah pelaku. Modusnya masih dilakukan pendalaman secara detail. Pengakuan awal tersangka jengkel pada korban, karena korban pinjam uang pada dia, saat ditagih korban mengumpat pada tersangka dengan kata-kata kasar.

“Dengan umpatan itu, korban lalu mencekik dengan selendang hingga tewas. Antara korban dan tersangka dimungkinkan ada hubungan istimewa,” pungkas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments