Nasional

Gunakan Hak Prerogatif, Megawati Tunjuk Lagi Jokowi

*Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan di Denpasar

PDI Perjuangan menggelar pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Denpasar, kemarin (23/2). Apa yang terjadi?

Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan di Denpasar

CAPRES – Jokowi resmi dideklarasikan sebagai calon presiden oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, kemarin (23/2).
SETPRES

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali menggunakan hak prerogatifnya memilih Joko Widodo menjadi calon presiden. Deklarasi itu dilakukan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur Denpasar, kemarin (23/2). Pembukaan Rakernas yang dihadiri ribuan pengurus partai dari tingkat cabang, pusat, organisasi sayap, dan badan otonom itu tertutup dari media.

Arena rapat yang terletak di lantai dasar hotel bintang lima itu dijaga ketat oleh satgas PDIP dan Paspampers. Hanya yang memiliki tanda pengenal dengan barcode khusus yang bisa masuk. Awak media hanya bisa mendekati sampai pintu depan hotel. Jokowi yang mengenakan baju merah lengan panjang datang sekitar pukul 14.00 WITA didampingi Puan Maharani.

Kabar deklarasi itu tersebar dari potongan video pidato Megawati di atas mimbar. “Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan adalah Joko Widodo,” ujar Mega yang mengenakan baju hitam lengan panjang. Pengumuman itu disambut teriakan dari ribuan kader PDIP yang hadir. “Siap memenangkan?” tanya Mega yang disambut dengan koor serempak peserta mengangkat tangan sambil menunjukan simbol metal. PDIP memang mendapatkan nomor urut tiga partai politik peserta pemilu 2019. Setelah mengumuknan itu, Mega turun dari mimbar.

Sedangkan Jokowi setelah menghadiri Rakernas itu datang ke Pura Dalem Sekenan Serangan, Jalan Pulau Serangan, Kota Denpasar. Ternyata Jokowi telah berganti baju putih lengan panjang saat memasuki halaman Pura. Dia beri udeng merah tanda sebagai tamu kehormatan. Di Pura yang disakralkan itu dia menghadiri penyerahan 845 sertifikat tanah adat.

Setelah sekitar sejam acara, Jokowi keluar dan memberikan pernyataan resminya. Jokowi yang mengenakan peci hitam mengungkapkan terima kasih kepada Megawati atas penunjukan dirinya sebagai calon presiden. Sebelumnya dia berbasa-basi pada awak media yang memang tidak melihat langsung deklarasi tersebut. “Tadi ndak didalam to?” ujar Jokowi setengah bertanya diiringi dengan senyum.

Situasi mendadak menjadi lebih formal. Lantaran Jokowi memulainya dengan mengucapkan salam seolah ingin berpidato. Dengan latar belakang hutan mangrove dia memulai pidato singkatnya.

“Jadi dalam Rakernas III PDI Perjuangan di Bali, Ketua Umum PDI Perjuangan ibu Hj Megawati Soekarnoputri dengan menggunakann hak prerogatifnya yang diberikan oleh kongres partai, telah menetapkan kembali saya sebagai calon Presiden 2019 – 2024,” ujar matan Gubernur DKI Jakarta itu. Turut di belakang Jokowi ada Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

Dia yakin dengan dukungan dari PDIP yang solid bisa membuat pemerintahan yang semakin solid. Apalagi, sebelumnya Jokowi telah mendapatkan dukungan terbuka dari Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai NasDem.

“Pemerintahan ke depan akan lebih stabil, lebih efektif karena dukungan partai-partai yang menyatu dengan dukungan rakyat,” ungkap dia.

Jokowi mengungkapkan tema Rakernas, yakni Pola Pembangunan Berdikari untuk Indoneseia Raya seolah memberikan pesan tersendiri bagi dirinya atas penunjukan mandat tersebut. Dia menyebut semangat berdikari itulah yang juga menjadi pesan khusus dari Megawati. “Terutama dalam hal pangan, energi, pertahanan, dan keuangan,” ungkap mantan Walikota Solo itu.

Terkait dengan calon wakil presiden dia masing enggan buka-bukaan. Temasuk kriteria yang cocok hingga waktu pengumuman. Dia menyebutkan bahwa itu masih membutuhkan pertemuan-pertemuan lanjutan dengan partai lain.

“Belum, masih panjang. Masih panjang. Ini masih panjang. Masih ada bulan Maret, April Mei, Juni, Juli, Agustus,” ujar dia. Agustus memang dijadwalkan sudah memasuki tahap penetapan calon.

Tekait dengan deklarasi yang tertutup, Jokowi enggan menanggapinya. Dia meminta agar bertanya langsung dengan partai. “Tanyakan ke partai. Tanyakan ke Ibu Mega. Pertanyaannya kok ke saya,” kilahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui pengumuman yang disampaikan oleh Megawati itu mengejutkan para kader. Sebab, pengumuman pencalonan Jokowi itu disampaikan sesaat setelah Mega hendak menutup pidatonya.

“Ya semuanya terkejut ya. Tidak ada yang menyangka. Bahkan ketika ibu mega mau menutup pun kami padang itu sudah akhir dari pidato ibuk,” ujar Hasto. Tapi, menurut dia, tiba-tiba Mega menyatakan bahwa telah melakukan pertimbangan yang mendalam untuk mencari kader terbaik  untuk menjadi pemimpin yang mampu membawa harapan bagi Indonesia raya. “Dan kemudian diumukanlah bapak Jokowi itu,” imbuh dia.

Dia menuturkan deklarasi yang disampaikan oleh Megawati itu sebagai respon terhadap harapan publik. Dia menilai deklarasi itu sebagai pengukuhan kembali Jokowi sebagai calon presiden. Sebab, pada Jumat, 14 Maret 2014 Jokowi juga ditetapkan sebagai capres.

“Dengan pengumuman tadi bu Mega juga menunjukan tradisi selama ini yang dibangun bahwa siapapun yang dicalonkan oleh PDI Perjuangan dan dinilai berprestasi di tengah rakyat itu mendapatkan kesempatan untuk dicalonkan kembali,” ujar Hasto.

Terkait pengumuman yang terkesan tertutup itu Hasto menuturkan bahwa saat penetapan Jokowi sebelumnya juga dilakukan lewat sosial media pada 2014. Pengumuman Jokowi sebagai presiden kemarin juga tersebar di luar forum Rakernas melalui media sosial para kader. Dia menyebutkan bahwa itu untuk menyesuaikan dengan perkembangan generasi milenial. “Sekaligus sebagai koreksi, sosial media jangan diisi dengan pemberitaan-pemberitaan dan ujaran kebencian,” ujar dia.

Mengenai calon wakil presiden, Hasto menuturkan masih kan berkomunikasi lagi dengan partai-partai yang telah secara terbuka mengusung Jokowi. Termasuk partai koalisi di pemerintahan juga akan diajak komunikasi.

“Yang jadi Cawapres tentu harus melalui dialog bersama, harus bisa bekerja sama dnegan bapak Jokowi dan aspek konfigurasi politik nasional juga memperhatikan aspirasi rakyat,” ungkap dia. (jun)

Facebook Comments