Radar Jateng

Diterjang Hujan Deras, Jembatan Sanggaluwang Banyukembar Ambrol

Jembatan Sanggaluwang Banyukembar Ambrol

AMBROL – Tim gabungan dari Pos Aju kecamatan watumalang melakukan pantuan langsung ke lokasi, jembatan sanggaluwang banyukemar watumalang yang ambrol kemarin.
DOKUMEN

WONOSOBO – Didera hujan deras selama lebih dari dua jam, jembatan penghubung antar Desa Banyukembar Kecamatan Watumalang ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peritiwa itu, namun akses sosial dan ekonomi menjadi terganggu. “Memang benar, jembatan desa banyukembar ambrol, tidak kuat menahan terjangan air serta terpaan hujan deras kemarin sore hingga malam, diperkirakan umurnya memang sudah cukup tua,” ungkap Kalakhar BPBD Wonosobo Prayitno kemarin.

Menurutnya, tim gabungan dari Pos Aju kecamatan watumalang sudah melakukan pantuan langsung ke lokasi, di duga jembatan ambruk pada kamis malam saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, namun baru dilaporkan pada kesesokan harinya oleh perangkat desa setempat. “Kemungkinan ambrolnya kamis malam, kita sudah koordinsi dengan pihak desa, pemerintah kecamatan dan DPU PR Wonosobo untuk penanganan lebih lanjut,” tandasnya

Sementara itu, dari hasil assesment posko siaga bencana Watumalang menyebutkan bahwa jembatan sanggaluwang desa banyukembar watumalang memiliki panjang 13 M, keruntuhan jembatan panjang 9 M, Lebar 3,5 M, Ketinggian jembatan sampai dasar air 6 M. “Jembatan sanggaluwang menjadi jalur alternatif penghubung sejumlah desa di kecamatan watumalang,” katanya.

Jembatan sanggaluwang runtuh, salah satunya karena faktor usia jembatan yang sudah cukup tua sekitar 50 tahun dengan kontruksi yang belum kuat serta akibat hujan deras sejak hari kamis Sore hingga malam. “Tim gabungan posko bencana alam sudah memasng tanda dipintu masuk ke arah jembatan, agar warga atau pengguna jalan untuk sementara menggunakan jalur lain,” ucapnya

Sementara itu, Kadus Gemuruh Banyukembar Maryoto mengemukakan bahwa jembatan sanggaluwang diketahui ambrol pada pagi harinya, setelah warga akan menuju ke pasar watumalang kaget lantaran jembatan yang biasanya mereka lalui ambrol.

“Warga banyukembar yang akan menuju pasar dan juga ladang, kaget karena tidak bisa melintas lantaran jembatan ambrol, kemudian melapor kepada kami,” ungkapnya.

Menurutnya, meski menjadi jalur alternatif menuju pusat kota kecamatan, jembatan tersebut sangat di butuhkan baru warga desa banyukembar, sebab menjadi satu-satunya akses termudah dan tercepat. Pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten. “Kita behrarap ada perhatian dari pemerintah kabupaten untuk membangun kembali jembatan tersebut,” pungkasnya. (gus)

Facebook Comments