Radar Tegal

Lagi, Nelayan Tewas dengan Mengenaskan

Lagi, Nelayan Tewas dengan Mengenaskan

TEWAS – Datim, 42, warga Desa Lawangrejo RT 2 RW 4 Pemalang, yang diduga kuat meninggal akibat terkena kipas KM (kapal mesin) Mina Utama.
AGUS WIBOWO

SEORANG Nelayan kembali mengalami musibah. Kali ini, musibah yang terjadi di tengah laut dialami oleh Datim, 42, warga Desa Lawangrejo RT 2 RW 4 Pemalang, yang diduga kuat meninggal akibat terkena kipas KM (kapal mesin) Mina Utama. Jenazah korban pada Jumat (23/2) sekitar pukul 03.00 WIB, tiba di Pelabuhan Timur Kota Tegal.

Diperoleh informasi, pada Minggu 18 Februari 2018 di perairan Lumu-lumu Sulawesi sekitar pukul 05.00wib, ketika KM Mina Utama sedang tabur jaring, kipas baling-baling kapal tersebut terlilit tali jaring. Lantaran tidak bisa bergerak, seorang anak buah kapal (ABK) Datim pun langsung menyelam untuk melepaskan tali. Namun naas, diduga karena kurang hati-hati, tiba-tiba darah menyembur dari dalam air tepat dimana korban menyelam. Tak hanya itu, tubuh korban pun mendadak terapung berbarengan dengan warna laut yang mendadak bercampur darah. Sejumlah rekan ABK yang melihatnya pun langsung berusaha memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban yang terapung di laut dengan luka di bagian kakinya. Korban juga akhirnya berhasil diangkat ke atas kapal. Tak terkecuali, Nahkoda bersama ABK lain berusaha menolong dengan memberi napas buatan pertolongan seadanya. Namun, sekitar pukul 06.00 wib akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir.

“Adanya kejadian ini, kami juga langsung menyampaikan kabar ke pemilik kapal. Termasuk diantaranya, kami berkordinasi dengan pengurus kapal agar bisa memberikan informasi kepada Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Tegal kota,” terang Nahkoda KM Mina Utama, Tapari, 48.

Nahkoda yang juga satu desa dengan korban itu juga langsung balik kanan, untuk bisa mengantar jenazah ke daratan di Pelabuhan Tegal. Perjalanan pun memakan waktu lima hari dari jarak lokasi kejadian di pantai Sulawesi. Sementara jenazah sendiri, disimpan di ruang pendingin agar tidak membusuk.

Sementara Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kompol Krisno Hadi didampingi Kasat Polair AKP Riyanto membenarkan telah menerima laporan adanya musibah yang kembali menimpa seorang nelayan. Sebab, sebelumnya belum lama ini juga terjadi insiden meninggalnya ABK lantaran mesin freser Kapal meledak. Sedangkan kini, diduga kuat akibat terkena kipas kapal.

“Saat KM Mina Utama datang sekitar pukul 03.00 WIB, kami juga langsung berkordinasi dengan RS Mitra Siaga Tegal untuk bisa membawa jenazah. Termasuk, beberapa saksi langsung kami mintai keterangan,” pungkasnya. (gus)

Facebook Comments