Radar Batang

Bupati Batang Keluarkan Pernyataan Bencana

Bupati Batang Tinjau Jembatan Darurat

SEGERA DIPERBAIKI – Bupati Wihaji didampingi Kepala Pelaksana BPBD dan Camat Blado saat turun langsung saat kerja bakti membuat jembatan darurat menyusul ambruknya Jembatan Merah yang menghubungkan Desa Kambangan dan Tombo, belum lama ini.
AKHMAD SAEFUDIN

4 Fasum Terdampak Akan Dibiayai DTT

Bupati Batang, Wihaji, akhirnya mengeluarkan pernyataan bencana menyikapi kerusakan sejumlah fasilitas umum yang rusak karena terdampak bencana. Dengan status tersebut, maka pos Dana Tak Terduga (DTT) bisa dicairkan untuk memperbaiki dampak kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi AP MM, mengatakan, pernyataan bencana itu sebelumnya telah melalui pembahasan intensif oleh lintas OPD terkait, termasuk instansinya. Kebijakan itu terutama diperuntukkan bagi fasilitas umum (fasum) terdampak bencana yang selama ini menjadi infrastruktur vital bagi akses masyarakat, baik sosial, ekonomui, maupun pendidikan.

“Fasum itu terutama untuk jenis prasarana jalan dan jembatan, dua ini kan memang vital untuk mendukung mobilitas masyarakat,” kata dia, Jumat (23/2) sore.

Sepanjang musim hujan ini, ada empat fasum yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pertama, jalan di Madugowongjati Kecamatan Gringsing. Kedua, masih di kecamatan yang sama, ruas jalan Tedunan. Kedua jalan kabupaten itu mengalami kerusakan parah karena tebing penyangganya longsor dan menyebabkan amblesnya separuh badan jalan sepanjang beberapa meter.

Ketiga, Jembatan Merah yang menghubungkan Dukuh Tampingan, Desa Tombo Kecamatan Bandar dengan Dukuh Kemploko, Kambangan, Blado. Jembatan gantung itu roboh karena tertimpa pohon tumbang saat hujan deras, 13 Februari lalu. Keempat, jalan rusak karena hujan dan longsor.

“Karena pernyataan bencana sudah dikeluarkan, maka Dana Tak Terduga (DTT) bisa dicairkan untuk perbaikan secepatnya kerusakan fasum tersebut. Terkait besaran alokasinya untuk masing-masing pekerjaan, secara teknis menjadi kewenangan DPUPR,” terang Ulul.

Masih kata dia, sepanjang musim hujan ini juga sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, baik karena hujan deras, angin kencang, maupun longsor. Kemarin, BPBD juga menyerahkan bantuan material untuk rumah terdampak bencana di Wonokerso Kecamatan Kandeman, lalu di Sodong Wonotunggal, serta Ngadirejo Reban.

“Kami hanya bisa membantu material seng dan triplek yang disalurkan sesuai kebutuhan. Nanti dari warga dan desa juga ada kerja bakti untuk memperbaikinya,” imbuh Ulul. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments