Nasional

Gunung Sinabung Meletus Lagi

Sinabung Meletus Lagi

ERUPSI 5 KM – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 5 kilometer. Tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 m disertai suara gemuruh dan disertai awan panas dengan jangkauan ke arah timur laut sejauh 3.500 m dan ke arah selatan sejauh 4.900 m.
Istimewa

*Terbesar Sejak 2014

JAKARTA – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus kemarin (19/2) pagi. Gunung yang telah aktif sejak 2010 itu memuntahkan abu vulkanik hingga 5 kilometer ke udara.

Pos pemantauan Gunung Api Sinabung melaporkan, tinggi kolom asap dan abu vulkanik mencapai 5 ribu meter dengan amplitudo 120 milimeter. Sedangkan lama gempa yang ditimbulkan letusan pada pukul 08.53 WIB itu berlangsung selama 607 detik.

Muntahan awan panas meluncur ke sektor sebelah selatan dan tenggara hingga sejauh 4.900 meter dan sektor tenggara serta timur sampai mencapai 3.500 meter. Angin terekam lemah berhembus ke barat dan Selatan.

“Ini letusan terbesar sejak tahun 2014,” Kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-Angin kepada Jawa Pos kemarin (19/2).

Pria yang akrab disapa Nael tersebut mengatakan, selepas letusan, terjadi hujan abu vulkanis di tiga kecamatan di sektor selatan dan tenggaran Sinabung. Meliputi Kecamatan Payung, Tiganderket, Munthe, dan Lau Baleng.

“Paling parah di Kecamatan Payung dan Tiganderket,” jelas Nael.

Selain di tiga kecamatan tersebut, abu vulkanik juga menyelimuti beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Simpang Empat dan Naman Teran. Kondisi di lima kecamatan itu dilaporkan menjadi gelap dengan jarak pandang sekitar 5 meter. Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat hingga pukul 10.00 WIB.

Nael menambahkan, hingga kemarin sore, pihak BPBD bekerja sama dengan kepolisian, koramil, satpol PP, dan pemerintah daerah setempat masih melakukan penyapuan. Membersihkan abu yang menutupi jalan raya, fasilitas umum, dan rumah-rumah penduduk.

Hingga berita ini selesai ditulis pukul 21.00 WIB, belum ada laporan korban jiwa. Meski demikian, BPBD telah memperingatkan warga agar tidak lagi beraktivitas di dalam radius zona merah. “Radius Zona merah kami tetapkan 7 Kilometer dari kawah,” Imbuh Nael.

Pasca letusan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan kode VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari Orange menjadi Merah. Artinya, penerbangan tidak boleh melintasi sekitar Sinabung karena berbahaya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dari letusan Gunung Sinabung. “Sebab, seluruh daerah berbahaya yang merupakan zona merah telah kosong penduduknya,” Kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sebagian masyarakat melakukan evakuasi sesaat untuk memgantisipasi kemungkinan terburuk. Namun, pada siang hari aktivitas masyarakat telah normal kembali.

“Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung,” tambah Sutopo.

PVMBG melaporkan aktivitas vulkanik Sinabung masih sangat tinggi. Mulai pukul 06.00 – 12.00 WIB telah berlangsung 1 kali gempa letusan dengan 607 detik dan 1 kali letusan awan panas dengan durasi 607 detik.

Juga, 10 kaki awan panas guguran dengan durasi 195-792 detik, 14 kali gempa guguran, 5 kali gempa hembusan, 1 kali gempa frekuensi rendah, dan 5 kali gempa vulkanik dalam.

Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD Karo. Berdasarkan laporan BPBD Karo juga tidak ada tambahan pengungsi.

Pengungsi lama sudah ditempatkan di hunian sementara dan sebagian mendapat bantuan sewa rumah dan lahan pertanian dari BNPB. “Kebutuhan mendesak adalah masker dan mobil tangki untuk menyemprot abu vulkanik di jalan dan permukiman warga,” kata Sutopo lagi.

Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 Km dari puncak. Dan, dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, 6 Km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 Km untuk sektor utara-timur.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga harus tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar,” kata Sutopo. (tau/ttg)

Facebook Comments