Radar Kendal

E-Retribusi Bisa Pangkas Kebocoran

E-Retribusi Bisa Pangkas Kebocoran

JUMPA PERS – Diskominfo gelar jumpa pers terkait penerapan E- Retribusi atau penarikan retribusi secara non tunai.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Pemkab Kendal sudah menerapkan E-Retribusi atau penarikan retribusi secara non tunai. Rencananya program ini juga dilakukan di pasar-pasar tradisional di Kendal.

Hal itu diungkapkan Kepala Bakeuda Kendal, Tri Marti Andayani, saat jumpa pers di Kantor Media Center Diskominfo Kendal. “Rencananya E-Rertribusi ini dilauncing Maret. Kini masih dilakukan pengkajian dan sosialisasi,” kata dia, kemarin.

Dikatakan, dengan E-Retribusi ini akan memangkas kebocoran retribusi di Pasar Tradisional di Kendal. Sebab transaksi dilakukan secara non tunai dan langsung masuk rekening kas daerah. Selain itu juga akan memangkas petugas pemungut retribusi. Sehingga bisa memangkas anggaran untuk tenaga pemungut retribusi. “Dengan E-Retribusi ini tidak perlu ada petugas, melainkan para pedagang pemilik lapak dan los yang berjualan cukup menempelkan kartu pada alat yang tersedia,” ungkap dia.

Diungkapkan, teknisnya lebih kurang nanti setiap pedagang akan mendapatkan kartu E-Retribusi yang bisa dilakukan isi ulang atau pendebitan melalui rekening tabungan. Kartu nanti bisa digunakan untuk digesek atau ditempel pada mesin EDC yang telah disediakan.

“Jadi semua transaksi terpantau, pemasukan yang didapat akan langsung terlihat. Begitupun pedagang yang belum melakukan transaksi pembayaran retribusi juga terlihat,” timpal dia.

Ditambahkan, untuk rencana awal sebagai pilot project akan mulai diterapkan di Pasar Kendal. Jika memang berhasil nantinya akan diberlakukan di seluruh pasar tradisional di Kendal. “Ke depan tidak hanya pasar saja, tapi parkir maupun pembayaran pajak juga bisa menggunakan E-Retribusi,” imbuh dia.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengapresiasi E-Retribusi ini. Ide E-Retribusi ini sudah lama ingin ia terapkan di Kendal. Namun baru tahun ini bisa terealisasi karena butuh pengganggaran dan kesadaran masyarakat. Dengan retribusi ini tentu akan menambah Pendapatan Asli Daerah.

“Sehingga tidak ada kebocoran dana retribusi yang dilakukan oleh oknum maupun keteledoran oknum petugas pemungut retribusi,” kata dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments