Nasional

KPK Tahan Anggota DPRD Kebumen dari Fraksi PDIP

KPK Tahan Anggota DPRD Kebumen dari Fraksi PDIP

DITAHAN – Anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari saat akan dimasukkan ke Rutan KPK, Jakarta, Selasa (13/2)
JAWAPOS

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Anggota Komisi A DPRD Kebumen Dian Lestari. Tersangka kasusdugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan barang/jasa APBD Kabupaten Kebumen Tahun 2016 ini ditahan untuk kepentingan penyidikan.

“Ditahan selama 20 hari pertama, mulai hari ini di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Menanggapi penahanannya oleh KPK, Dian yang keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16:50 WIB, dengan mengenakan pakaian kemeja putih, celana coklat dan dibalut rompi tahanan warna oranye, enggan berkata apapun kepada awak media.

Dian tampak enggan disorot oleh kamera awak media. Politukus PDIP ini terus saja menutupi wajahnya dengan sebuah map bewarna merah. Saat menuju mobil tahanan, dia bahkan berlari kecil agar segera tiba di mobil tersebut.

Dalam kasus ini, selain melakukan penahanan terhadap Dian, pihak penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi untuk empat tersangka lain di daerah. Tiga saksi itu ialah Basikun Suwandhi Atmojo (Swasta), Adi Pandoyo (Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2016), Sigit Widodo (Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Kebumen). Saksi-saksi tersebut sudah menjadi tersangka, dan saat ini sedang ditahan.

“Pemeriksaan dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane,” tutur Febri.

Sementara empat orang tersangka tersebut adalah Mohammad Yahya Fuad (MYF – Bupati Kebumen periode 2016-2021), Khayub Muhammad Lutfi (KML – Komisaris PT. KAK), Hojin Ansori (HA – Swasta) dan Dian Lestari Subekti Pertiwi (DL – Anggota komisi A DPRD Kebumen).

“Penyidik mendalami pengetahuan para saksi terkait proyek-proyek di Kabupaten Kebumen dan sumber dana kepada DPRD Kebumen,” tutupnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi menetapkan Bupati Kebumen, Jateng, Muhammad Yahya Fuad sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait dengan pengadaan barang dan jasa dana APBD Kabupaten Kebumen TA 2016. Selain Yahya, penyidik juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Hojin Anshori dan Komisaris PT.KAK, Khayub Muhammad Lutfi pada Selasa (23/01).

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima suap, Yahya dan Hojin disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUIHPidana.

Sementara dalam kasus penerimaan gratifikasi, keduanya dijerat dengan Pasal 12 huruf B UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUIHPidana.

Di lain pihak, atas perbuatannya memberikan uang suap dan gratifikasi, Khayub disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUIHPidana.

Dalam kasus ini, sebelumnya KPK telah menetapkan 6 tersangka. Mereka antara lain, Sigit Widodo (PNS Dinas Pariwisata Kab. Kebumen), Yudhy Tri Hartanto( Ketua Komisi A DPRD Kab. Kebumen), Adi Pandoyo (Sekda Kab. Kebumen), Basikun Suwandhin Atmojo (swasta), Hartoyo (swasta) dan Dian Lestari (Anggota Komisi A DPRD Kebumen).

Dari 6 tersangka yang telah ditetapkan, sebanyak 5 orang telah divonis oleh PN. Tipikor Semarang. Sedangkan tersangka Dian Lestari, masih menjalani proses penyidikan. (ipp/JPC)

Facebook Comments