Radar Kendal

Rifan Dian, Bayi Prematur yang Dirawat Terlama di RSI

*Dirawat 4 Bulan, Saat Ini Kondisinya Membaik

Rifan Dian Syahputra adalah bayi yang lahir prematur dan dirawat paling lama di Rumah Sakit Islam (RSI). Seperti apa? NUR KHOLID MS, Kendal

Rifan Dian, Bayi Prematur yang Dirawat Terlama di RSI

MENGGENDONG – Raut bahagia terpancar di wajah ibu Sriatun tengah menggendong Rifan Dian Syahputra, bayi yang dilahirkanya secara prematur.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

ANAK pasangan Sriatun dan Yoki Aprilia Aan Syahputra warga Desa Kalibarik RT1, RW04, Kecamatan Banyuputih, ini lahir secara prematur November 2017. Berat badannya hanya 800 gram. Orangtua Rifan Dian tergolong dari keluarga tidak mampu.

Karena itulah, RSI tidak membebankan biaya selama perawatan.

Sriatun merupakan pasien BPJS PBI yang menjalani perawatan proses kelahiran secara prematur di RSI Weleri. “Alhamdulilah Rifan Dian, lahir dengan selamat. Terima kasih kepada rumah sakit terutama dokter dan perawat yang telah membantu persalinan ini. Apalagi seluruh biaya yang seharusnya menjadi tanggungan dibebaskan,” kata dia ditemui di ruang Lukman bagian Perinatologi RSI Weleri, kemarin.

Dalam sejarah, Rifan Dian adalah bayi prematur yang menjalani perawatan paling lama yakni hampir empat bulan. Bayi ini kini berat badannya meningkat signifikan menjadi 2.500 gram, sejak menjalani perawatan sejak November 2017.

Direktur RSI Weleri drg R Ibnu Darmawan MKes mengatakan, berat badan bayi yang tidak normal dengan lahir secara prematur memang membutuhkan penanganan yang tidak mudah. Dokter dan perawat secara intens merawat bayi tersebut, hingga kondisi bayi semakin tumbuh baik.

“Coba bayangkan, lahir prematur berat badanya 800 gram, kini meningkat menjadi 2.500 gram setelah dirawat selama hampir empat bulan. Bagi kami, baru yang pertama ada bayi dirawat paling lama yakni 3,5bulan,” kata dia, didampingi Humas RSI Weleri, Farid.

Ibnu Darmawan mengungkapkan, kerja keras dokter dan perawat yang secara intens melakukan pendampingan dan perawatan mulai proses kelahiran membutuhkan kinerja ekstra. Terlebih segala kebutuhan yang seharusnya menjadi kewajiban pasien juga dibebaskan dengan kata lain digratiskan.

“Segala kebutuhan yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Namun, hal itu sudah menjadi tanggung jawab kami selaku pihak rumah sakit yang menjadi provider BPJS untuk melayani pasien,” ungkap dia.

Ibnu Darmawan menambahkan, bayi Rifan Dian Syahputra saat ini sudah bisa pulang. Pihak dokter juga sudah memberikan edukasi kepada ibu bayi dalam menanganinya selama merawat di rumahnya dengan baik.

“Kebutuhan bayi selama dirawat juga kami berikan. Ibu bayi juga sudah diberikan edukasi oleh dokter agar merawatnya dengan baik. Saya sampaikan selamat semoga menjadi anak yang berguna bagi agama, keluarga dan bangsa,” pungkas dia. (*)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments