Features

Cerita Mahasiswa Pekalongan Jadi Wakil Ketua BEM UI

*Eksistensi Idmand Perdina Selama Menjadi Mahasiswa UI

Salah seorang mahasiswa asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan kini mulai banyak dikenal masyarakat, karena menjadi pengurus BEM UI 2018. Seperti apa? EKA ISDITYA, WIRADESA

Cerita Mahasiswa Pekalongan Jadi Wakil Ketua BEM UI

BERFOTO – Ketua BEM UI (Zaadit Taqwa) dan Wakil Ketua BEM UI (Idmand Perdina) berfoto bersama usai dilantik.
EKA ISDITYA / RADAR PEKALONGAN

MENJADI pemuda aktif dan memiliki misi besar rupanya telah menjadi cita-cita Idmand Perdina (21) sedari kecil. Hal tersebut terbukti dari kepiawaiannya menyeimbangkan kepentingan pendidikan akademiknya dengan organisasi yang rutin ia ikuti. Pemuda kelahiran 17 September 1996 ini rupanya mewarisi sifat idealis yang dimiliki kedua orang tuanya.

“Saya sudah cinta banget organisasi dari kecil, jadi selain kuliah saya juga ingin mengembangkan diri di organisasi,” ungkap Eto, sapaan akrabnya.

Setelah berhasil berkat langkah demi langkah yang ia jalani selama menjadi mahasiswa Universitas Indonesia, kini ia berhasil terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI mendampingi Zaadit Taqwa yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan seluruh masyarakat Indonesia karena aksi pemberian Kartu Kuningnya kepada Presiden Joko Widodo dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia.

Mengambil jurusan arkeologi, merupakan langkah awal kariernya menjadi mahasiswa aktif di UI. Sebagai anak rumpun sosial, awalnya ia merasa bahwa arkeologi merupakan jurusan yang tepat menjadi pilihan hidupnya.

“Awal mula pilih arkeologi memang kebetulan karena saya pengen kuliah di jurusan yang nggak ada matematikanya, jadi selain saya rasa kuliah arkeologi itu mudah, banyak jalan-jalannya, saya juga masih bisa aktif di organisasi,” tutur dia.

Pemuda alumni SDN 01 Kepatihan, SMPN 3 Batang dan SMAN 1 Wiradesa ini memang telah memiliki jiwa berorganisasi sejak kecil. Hal itulah yang mendorong ia untuk membuat spirit perubahan bangsa lewat kiprahnya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya kabar menghebohkan atas aksi BEM UI memberikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi, Idmand Perdina juga ikut mendapat sorotan. Ia turut memberikan statement bahwa hal itu merupakan aspirasi mahasiswa.

Soal tugas ke Asmat yang diberikan Presiden Jokowi, ia menerangkan pihaknya memang telah lama merencanakan hal tersebut sebelum insiden kartu kuning ini. Kini ia bersama rombongan BEM UI, berangkat menuju Asmat untuk turun langsung menengok kondisi di pulau ter-timur Indonesia itu. Mereka terbang dari Bandara International Soekarno-Hatta Senin siang (12/02).

“Kami kesana pakai cara mahasiswa, kami kerjasama dengan NGO dan nggak pakai uang pemerintah,” kata dia. Ia mengungkap pula bahawa kedatangan mereka disana sebagai volunteer yang turut prihatin akan kondisi masyarakat Asmat. (*)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments