Radar Batang

Pasar Simbangdesa Diminta Dihibahkan

Rapat Hibah

HIBAH ASET – Camat Tulis, Wawan Nurdiansyah, memimpin jalannya rapat teknis lintas sektoral untuk mempercepat rencana hibah Pasar Simbangdesa ke pemerintah desa, kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN

Mangkrak, Desa Siap Lanjutkan

Kondisi bangunan Pasar Simbangdesa, Kecamatan Tulis, yang dibangun tahun 2015 dan berlanjut 2016 saat ini mangkrak. Karena itu pemerintah desa setempat meminta agar aset pemerintah daerah itu dihibahkan, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat.

Rencana itu kemarin dibahas di aula Kantor Kecamatan Tulis yang dihadiri OPD lintas sektoral, seperti Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang) dan Bagian Hukum Setda Batang, Disperindag, Inspektorat, DPUPR, BPKPAD, dan Dispermades. Camat Tulis, Wawan Nurdiansyah S STP MM, mengatakan, rakor itu untuk menindaklanjuti sekaligus mempercepat rencana hibah aset daerah ke desa.

“Kenapa perlu percepatan, ya semata-mata agar manfaat. Karena selama setahun kemarin kan nasibnya juga mangkrak,” ungkap Wawan yang memoderatori rapat, Selasa (13/2).

Dia mengatakan, rencana hibah itu justru penting guna menyelamatkan aset bangunan, terutama dari segi kemanfaatannya untuk masyarakat. Dulu, terang wawan, pembangunan proyek itu didanai dari ikon kecamatan di 2015 dan dilanjut di 2016.

“Agar bisa dimanfaatkan, maka rencananya akan dihibahkan dari daerah ke desa. Karena pembangunan di tahun 2016 kan tidak selesai, sehingga nantinya bisa dilanjutkan pihak desa dengan menggunakan dana desa. Terlebih, status tanah bangunan juga milik desa,” terangnya.

Kabag Dalbang Setda Batang, A Handy Hakim S Sos, menjelaskan, proyek ikon itu dianggarkan di 2015 sebesar Rp 1 M dan dilanjut di 2016 sebesar Rp 675 juta. Hanya saja, di tahun 2016 pekerjaan tidak selesai dan hanya terrealisasi 87%. Karena tak selesai, bangunan itu akhirnya mangkrak selama setahun terakhir.

“Nah, pemerintah desa ingin melanjutkan penyelesaian pembangunannya agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Tetapi karena bangunan itu berstatus aset daerah, maka syaratnya harus dihibahkan dulu agar menjadi aset desa. Syaratnya, secara administrasi aset itu harus clear dulu di tingkat kabupaten, tercatat registernya, nilainya, dan administrasi lainnya,” jelas Handy.

Untuk proses hibahnya, lanjut dia, kecamatan akan membuat nota dinas ke Bupati tentang permohonan agar bangunan Pasar Simbangdesa yang dibangun di atas tanah desa itu bisa dihibahkan ke desa karena akan ditindaklanjuti pembangunannya dengan DD. Selanjutnya, Bupati akan membentuk tim teknis untuk meneliti secara fisik dan administrasi aset tersebut, termasuk menghitung penyusutan nilai bangunan.

“Nanti Pak Bupati akan mengeluarkan surat persetujuan tertulis dan ditindaklanjuti dengan membuat naskah hibah. Yang jelas, sebelum ada serah terima resmi, desa tidak boleh membangun dulu,” ujarnya.

Meski prosesnya rumit dan panjang, Handy menilai rencana hibah aset itu cukup beralasan untuk direalisasikan. Pertama, bangunan itu bagaimanapun harus bisa dimanfaatkan. Kedua, di sisi lain kecamatan tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan, sehingga dikhawatirkan semakin rusak. “Dan yang tak kalah penting, bangunan itu ada di atas tanah desa, sehingga pihak desa nantinya bisa memanfaatkan aset itu untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments