Radar Batang

Warga Diminta Hati-hati Beraktivitas di Sungai

Datangi Keluarga Korban Tenggelam

BELA SUNGKAWA – Wabup Suyono saat menyambangi keluarga korban tenggelam yang meninggal di Plosowangi, tersono, kemarin, untuk menyampaikan bela sungkawa.

Wabup Sambangi Keluarga Korban Tenggelam

Insiden tenggelamnya tiga siswi SD di Curug Jeglong Sungai Lampir Desa Margosono, Kecamatan Tersono, tidak hanya menjadi duka bagi keluarga. Pemerintah Kabupaten Batang pun menyatakan keprihatiannya atas musibah tersebut.

Selasa (13/2) kemarin, Wabup Suyono bahkan menyempatkan diri menyambangi keluarga korban, Rismawati (10), di Desa Plosowangi, Tersono. Atas nama pemerintah daerah, dia menyampaikan perasaan bela sungkawanya kepada pihk keluarga.

“Apapun itu, ananda Rismawati ini warga Batang, warga kami, sehingga saya bersama Pak Bupati mewakili pemerintah daerah, secara khusus ingin menyampaikan belasungkawa sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.

Kedatangannya ke keluarga korban menurut Suyono juga sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap musibah yang dialami salah seorang warganya. Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keluarga Rismawati. Wabup juga menyampaikan permintaan maaf Bupati Wihaji yang tidak bisa datang karena harus berbagi tugas.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan bisa mewakili keprihatian kami atas musibah tenggelamnya 3 siswi SD asal Plosowangi. Musibah ini tidak hanya mengingatkan keluarga korban, tetapi kita semua para orang tua juga harus belajar dari insiden ini. Penting untuk lebih memperhatikan aktivitas putra-putri kita,” jelasnya.

Kata Wabup, dalam kondisi curah hujan yang tinggi plus cuaca ekstrim lainnya, penting untuk berhati-hati melakukan aktivitas di sungai. Sebab, hujan deras juga memicu naik dan meluapnya debit air sungai yang bisa membahayakan siapa saja. “Mari wasi, pantau terus aktivitas anak-anak kita, terutama yang masih kecil. Bahkan, meski kondisi tak hujan, tetap hati-hati beraktivitas di sungai, karena bisa saja di daerah atas hujan deras dan menyebabkan banjir,” pesannya.

Sementara terkait nasib Adi Yuliana (10) dan Aji Fitriyani (10) yang hingga hari ketiga kemarin belum ditemukan jasadnya, Wabup mengajak semua pihak untuk tetap berikhtiar dan berdoa. Proses pencarian korban agar terus dilakukan. “Tetap berikhtiar melakukan pencarian dengan tetap melangitkan doa-doa. Mudah-mudahan segera ada petunjuk, sehingga kedua korban bisa ditemukan,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments