Radar Batang

Bukan Jalan Utama, Waskita Hanya akan Melakukan Penambalan

Bupati Wihaji menyetir sendiri Walles

PERBAIKAN – Bupati Wihaji menyetir sendiri Walles yang dipergunakan untuk memperbaiki akses jalan Banjiran-Sawahjoho yang rusak parah pada Minggu (11/2).

Jalan Menuju SMKN 1 Warungasem

PT Waskita selaku pihak pengembang proyek tol Pemalang-Batang kembali menjanjikan akan segera melakukan perbaikan akses jalan yang rusak akibat aktivitas kendaraan pengangkut matrial pembangunan. Termasuk jalan menuju SMKN 1 Warungasem dan beberapa akses jalan lainnya di Kecamatan Warungasem.

Humas Waskita Pemalang-Batang, Misbhacul Huda, perbaikan jalan tersebut akan mulai dikerjakan pada pekan ini. Namun, pengerjaanya akan dilakukan secara bertahap.

“Ya, pekan ini akan mulai kita kerjakan. Namun secara bertahap dan sesuai dengan perjanjian yang sudah kita sepakati bersama Pemkab Batang,” kata Huda, saat dihubungi Selasa (13/2).

Ia menerangkan, perbaikan fasilitas jalan yang rusak akibat pengerjaan proyek tol akan dilakukan pengecoran. Namun, karena sepanjang jalur menuju SMKN 1 Warungasem bukan merupakan jalan utama yang dilewati truk proyek tol, maka perbaikannya hanya akan dilakukan penambalan saja.

“Jalan di depan SMK bukan jalan utama, dan hanya sesekali dilewati oleh kendaraan proyek. Namun kami akan tetap memperbaiki dengan menambal secara bertahap. Karena perjanjian dengan pihak Pemkab hanya jalan utama yang dilalui kendaraan proyek yang akan dicor,” terangnya.

Kerusakan jalan di Kecamatan Warungasem tersebut sebenarnya sudah sejak lama di keluhkan olwh masyarakat setempat. Terlebih akses jalan menuju SMKN 1 Warungasem, yang setiap harinya dikeluhkan para pelajar yang akan menuju ke sekolah.

Seperti yang dituturkan oleh satu diantara siswi SMK 1 Warungasem, Eka Putri K.A (16). Saat hujan turun, ia mengatakan harus berjibaku dengan jalan berlumpur dan berjalan menuju sekolah dari Desa Sijono, Kecamatan Warungasem.

“Kalau hujan ya terpaksa jalan menggunakan sandal karena jalan berlumpur,” ujar gadis kelas X di SMK 1 Warungasem tersebut.

Diketahui, akses utama menuju SMK 1 Warungasem sepanjang hampir 1 kilometer merupakan akses menuju proyek pembangunan jalan tol yang acap kali dilewati truk-truk besar. “Belum ada perbaikan, hanya diuruk saja. Tapi sama saja, kalau hujan kondisinya menyulitkan bagi kami yang tidak menggunakan sepeda motor menuju ke sekolah,” imbuhnya.

Senada, disampaikan satu diantara komite SMK 1 Warungasem, Sudarno. Ia mengakui, bahwa jalan didepan sekolah hanya diuruk menggunakan sisa-sisa aspal. “Kami sangat mendukung pembangunan jalan tol, tapi tolong dampaknya juga dipikirkan. Karena jalan yang dilewati truk terutama di depan sekolah rusak,” paparnya.

Pihaknya berharap jalan cepat diperbaiki secepat mungkin agar para siswa bisa nyaman menuju sekolah. “Kami ingin jalan cepat diperbaiki, paling tidak jalan di depan sekolah tidak diurup tapi permanen,” timpalnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments