Metro Pekalongan

Musim Hujan Datang, Banyak Jalan Berlubang

Jalan BerlubangKOTA PEKALONGAN – Kondisi hujan deras yang dalam sebulan terakhir terjadi di Kota Pekalongan, juga berdampak pada kondisi jalan di sejumlah titik. Akibat sering terendam dan dilewati beban angkutan yang berat, membuat banyak lubang mulai bermunculan.

Kepala DPU PR, Joko Purnomo, mengakui bahwa saat ini mulai banyak laporan masuk dari masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak. “Menurut laporan masyarakat, mulai muncul beberapa titik jalan yang berlubang. Diantaranya di Jalan Tondano, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Karya Bhakti, Jalan Pattimura, Jalan Selat Karimata dan sejumlah titik lain. Termasuk yang sebelumnya sudah kami tangani sebelum musim hujan. Kerusakannya memang per titik-titik saja, kecil-kecil, tidak dengan lubang yang luas,” tuturnya.

Dari laporan yang masuk, ia mengungkapkan kerusakan terbanyak ada di Jalan Tondano, khususnya yang dekat dengan Kantor Kecamatan Pekalongan Timur. Kemudian di Jalan Selat Karimata dan Jalan Karya Bhakti. Menurut Joko, kondisi jalan-jalan tersebut memang sering terendam air, sehingga memiliki potensi kerusakan yang lebih tinggi.

Joko melanjutkan, jalan beraspal memang rawan terjadi kerusakan jika terus tergenang air. Kondisi itu dipastikan berulang ketika musim hujan datang.

Dikatakan Joko, pihaknya terus melakukan perawatan terhadap jalan-jalan yang mengalami kerusakan. Namun karena saat ini masih dalam kondisi musim hujan, perawatan rutin maupun perbaikan terhadap jalan yang rusak belum bisa dilakukan.

“Jika dalam kondisi normal, kami setiap hari melakukam perawatan dengan memeprbaiki jalan yang mulai rusak. Tapi proses itu memang hanya bisa berhenti jika musim hujan datang karena tidak bisa dilakukan perbaikan dalam kondisi hujan. Nanti setelah hujan mulai reda kami akan mulai lagi melakukan perbaikan-perbaikan terhadap jalan yang rusak,” tambahnya.

Termasuk di Jalan Otto Iskandardinata atau Jalan Otista dimana perlu penanganan yang besar. Joko sudah meminta kepada Kabid Bina Marga agar melakukan kajian agar penanganan jalan rusak disana bisa efektif, namun tidak menelan biaya yang tinggi. “Saya sudah perintahkan untuk buat kajian. Gambarannya nanti bagian bawahnya dicor terlebih dahulu baru dilapisi aspal. Yang penting agar penanganan yang dilakukan bisa tahan lama,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments