Metro Pekalongan

Kandung Asam Tinggi, Rob Buat Bangunan Rapuh

Khailani

Kaprodi Teknik Konstruksi Unikal, Khailani.

KOTA PEKALONGAN – Banyaknya rumah roboh, khususnya di wilayah Pekalongan Utara, sebagian besar diakibatkan karena terendam rob dalam waktu yang cukup lama. Air rob memang diketahui memiliki dampak merusak terhadap bangunan, karena kandungan asam yang tinggi.

“Kalau untuk wilayah yang terendam rob, memang hal itu menjadi faktor utama. Rob memiliki tingkat asam yang tinggi, sehingga bisa memberikan dampak merusak terhadap bangunan,” ungkap Kaprodi Teknik Konstruksi Unikal, Khailani, Selasa (13/2).

Bangunan yang terus terendam rob, dikatakan Khailani, memang memiliki resiko lebih tinggi dan waktu yang lebih cepat untuk rusak. Namun terkait waktu atau ketahanan bangunan terhadap air rob, ia menyatakan perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu.

“Mengenai waktu bertahan sebuah bangunan, itu harus diteliti dahulu. Misalnya berapa tahun bangunan bisa bertahan jika sejak awal terus direndam rob, bisa diprediksi namun perlu diteliti lebih lanjut. Kami belum lakukan itu,” tambahnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai kepala DPU di Pemkot Pekalongan itu menyatakan, sebenarnya ada solusi yang bisa digunakan masyarakat atau Pemkot Pekalongan agar bangunan lebih tahan terhadap air rob.

Ia mengaku pernah membuktikannya sendiri saat membangun kolam penampungan limbah cair di kawasan TPA Degayu. Saat itu, ia diberikan tugas membangun kembali kolam yang sebelumnya ambruk.

“Disana tingkat asamnya juga tinggi, karena menampung limbah cair dari sampah. Untuk mendirikannya kembali, saya yang saat itu masih staf di DPU, menggunakan semen khusus yang tahan asam sulfat. Semen itu sudah banyak tersedia. Harganya juga tidak begitu selisih jauh dibandingkan dengan semen biasa jadi bisa digunakan. Dengan semen tersebut, umur bangunan bisa bertahan hingga 23 tahun sampai sekarang,” jelasnya.

Penggunaan semen khusus itu, menurutnya dapat diterapkan oleh masyarakat maupun Pemkot Pekalongan dalam memberikan bantuan rehab RTLH khususnya di kawasan rob. Dipadu dengan bahan material lain yang berkualitas bagus, ia yakin setidaknya bangunan yang ada bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan bangunan yang menggunakan semen biasa.

“Setidaknya umur bangunan akan lebih lama. Daya tahannya akan lebih kuat meskipun terus direndam air rob. Misalnya Pemkot bisa memberikan bantuan untuk rehab RTLH di wilayah rob dalam bentuk material yang sudah disiapkan. Salah satunya semen khusus tersebut. Sehingga tidak terjadi lagi kemungkinan bangunan yang baru direhab, tapi dalam jangka waktu yang singkat sudah rapuh atau bahkan rusak kembali,” kata Khailani.

Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir sejak awal tahun, ada sebanyak 20 rumah roboh. Hampir separuh dari jumlah itu, berada di kawasan rob. Sehingga memang kondisi itu yang disinyalir menjadi faktor utama rumah-rumah di wilayah utara mudah rubuh atau rusak. Padahal saat ini, masih banyak rumah lain yang berada di kawasan rob sehingga dikhawatirkan berpotensi mengalami peristiwa serupa. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments