Metro Pekalongan

Polisi Simulasikan Penanganan Kericuhan saat Pilkada

Simulasikan Penanganan Kericuhan

SIMULASI – Polres Pekalongan Kota menggelar simulasi Sispamkota dalam rangka pengamanan Pilkada 2018, kemarin (13/2).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Guna mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas saat tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung, Polres Pekalongan Kota menggelar simulasi Sispamkota (Sistem Pengamanan Tingkat Kota), Selasa (13/2).

Dalam kegiatan simulasi sispamkota tersebut, diperagakan penanganan kepolisian terhadap aksi massa yang tidak puas dengan pelaksanaan Pilkada.

Simulasi dilaksanakan di kawasan Jetayu, dihadiri perwakilan seluruh stakeholder terkait. Antara lain Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, Walikota Pekalongan yang diwakili Kadishub Slamet Prihantono, Ketua KPUD Kota Pekalongan Basir SH, Ketua Panwaslu Kota Pekalongan diwakili Bambang Sukoco, Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili Kasdim Pekalongan Mayor Inf Hufron, Ketua Pengadilan Negeri Kota Pekalongan, Kajari Kota Pekalongan, Kasat Pol PP Kota Pekalongan, Kalapas Kelas IIA Pekalongan, Karutan Kelas IIA Pekalongan, Kepala Kesbang Pol Kota Pekalongan, Perwakilan PPK, PPS dan Pengurus Partai Politik di Kota Pekalongan serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian peragaan yang dilakukan oleh personel Polres Pekalongan Kota, dalam simulasi tersebut terlihat beberapa kerawanan-kerawanan yang mungkin akan terjadi selama tahapan Pilkada.

Diawali dari proses pemungutan suara sampai penghitungan suara di TPS, hingga rekapitulasi suara oleh KPU. Kemudian muncul ketidakpuasan dari massa pendukung salah satu calon. Massa bertambah banyak dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPU. Aksi demo mengarah ke anarkis.

Tim negosiator dari Polres Pekalongan Kota tak berhasil menenangkan massa. Bentrokan antara massa dengan aparat keamanan tak terhindarkan. Polres Pekalongan Kota dengan melibatkan pasukan Dalmas berikut anjing pelacaknya bertindak tegas untuk membubarkan aksi massa.

Sampai kemudian, polisi mengerahkan mobil water canon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Massa pun kocar-kacir dan ada yang terluka. Di tengah upaya pengendalian massa itu, petugas menerjunkan tim medis untuk mengevakuasi korban luka. Berangsur kemudian, aksi massa berhasil dikendalikan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu mengatakan, simulasi bertujuan untuk melatih anggota dalam menghadapi kemungkinan kericuhan pada Pilkada Serentak 2018 di Kota Pekalongan. Sekaligus mengecek kesiapsiagaan personel dalam menangani aksi massa yang anarkis. “Penyelengaraan kegiatan Sispamkota ini mewaspadai jika hal-hal tidak diinginkan terjadi, kita sudah siap menghadapi dan mengamankan gejolak yang terjadi di lapangan nantinya. Kita evaluasi lagi kekurangan-kekurangan yang kita temukan dari simulasi ini,” terang Kapolres.

Dia menambahkan, simulasi dilakukan untuk menyiapkan cara bertindak dalam menghadapi ancaman aksi massa saat Pilkada Serentak 2018 di Kota Pekalongan dalam menciptakan pilkada damai.

“Meski kami tidak menghendaki apa yang terjadi saat disimulasikan, tapi setidaknya itu sebagai antisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi pada saat Pilkada Serentak nantinya,” sambungnya.

Kapolres juga mengharapkan Pilkada Serentak 2018 di Kota Pekalongan ini berjalan dengan aman, damai, dan lancar. “Kita berharap Pilkada ini berjalan dengan aman, damai dan kondusif,” pungkas AKBP Ferry Sandy Sitepu. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments