Radar Kajen

Seribu Siswa Anti Valentine’s Day

Anti Valentine Day

TANDA TANGAN – Para siswa melakukan penandatanganan penolakan perayaan hari Valentine di depan Masjid Raya Al Khuzaemah, Kajen, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Dideklarasikan di Depan Masjid Kajen

Sekitar seribu siswa SMK Muhammadiyah Kajen (Muhamka), Kabupaten Pekalongan, menolak perayaan valentine’s day atau hari kasih sayang yang jatuh setiap 14 Februari. Aksi penolakan itu dilakukan dengan Deklarasi Anti Hari Valentine dengan pembubuhan seribu tanda tangan, di Halaman Masjid Raya Al Khuzaemah, Kajen, kemarin. Penolakan tersebut didasari karena perayaan “valentine’s day” identik dengan kemaksiatan dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“Kita mengajak seluruh siswa dan warga SMK Muhammadiyah Kajen (Muhamka) untuk tidak merayakan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine, perayaan hari Valentine identik dengan maksiat dan tentu saja bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” ujar koordinator aksi, M Haedar, dari IPM SMK Muhamka saat Deklarasi Anti Hari Valentine.

Dalam deklarasi tersebut, selain tandatangan, IPM SMK Muhamka juga membagi-bagikan stiker yang bertuliskan “Say No to Valentine’s Day,” kepada seluruh warga sekolah.

Menurut Haedar, stiker ini sebagai pengingat agar masyarakat dapat menjauhi segala hal negatif dan kemaksiatan yang ditimbulkan oleh perayaan hari Valentine.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Andriva F Asmoro menuturkan, sejak dulu SMK Muhamka tidak pernah mengenal budaya perayaan hari Valentine.

“SMK Muhamka dengan visi Islami berusaha untuk menjaga nilai-nilai Islam agar tetap tertanam di seluruh warga sekolah. Program-program sekolah dengan penguatan karakter terus dilakukan,” jelasnya.

Menurut Andri, dalam pandangan Islam, cinta kasih yang seutuhnya adalah setiap hari kepada Allah, Rasulullah, dan orang-orang terdekat terutama orangtua. Ia mengatakan, IPM SMK Muhamka mencoba memahamkan hal tersebut kepada siswa lainnya.

Terlebih kondisi remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. “Kalau tidak dipahamkan, khawatir pemuda akan ikut budaya barat yang tidak sejalan dengan ajaran agama,” ujar dia.

Salah satu siswa setempat, Mia Agustina, mengaku senang dengan kegiatan yang digagas oleh IPM ini. Menurutnya, sebagai seorang muslim sudah seharusnya tidak ikut-ikutan budaya di luar Islam.

“Valentine’s day bukan budaya muslim. Sehingga sudah sepatutnya kita mengampanyekan gerakan anti hari Valentine. Jangan gadaikan imanmu dengan bunga dan coklat ya,” kata siswi kelas X jurusan Kimia Industri tersebut. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments