Radar Kajen

Input Data KIA Sudah 90%

Program pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia 0 – 16 tahun di Kabupaten Pekalongan, kini prosesnya sudah masuk tahap lelang di ULP (Unit Layanan Pengadaan). Proses input data calon penerima KIA sudah mencapai 90 persen. APBD senilai satu miliar rupiah pun telah disiapkan untuk penerbitan 72.000 keping kartu anak.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Pekalongan, Bambang Supriyadi mengatakan, untuk triwulan pertama ini pihaknya akan menerbitkan KIA untuk 72 ribu dari total sekitar 300 ribu anak di Kota Santri.

“Sampai sekarang masih proses lelang. Dan Alhamdulillah, untuk input data calon penerima sudah hampir selesai,” terang Bambang, kemarin.

Dikatakan, Provinsi Jawa Tengah ini menjadi piloting dalam program penerbitan KIA se Indonesia. Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu yang melakukan pengadaan KIA secara mandiri dengan anggaran APBD kabupaten senilai Rp 1 miliar.

“Mendagri juga akan memfasilitasi pengadaan blangko bagi kabupaten yang belum melaksanakan secara mandiri. Kementrian juga berterimakasih kepada kabupaten/kota yang sudah melakukannya. Maka dari itu, setelah triwulan pertama ini selesai, kita juga akan mengajukan agar pusat bisa memenuhi kebutuhan blangko di Kabupaten Pekalongan untuk KIA ini,” jelasnya.

Bambang menerangkan, bahwa KIA diperuntukkan bagi anak umur 0 – 16 tahun. Namun, karena keterbatasan anggaran, tahun ini Dindukcapil baru akan mencetak kartu untuk anak SD Kelas 5 dan 6 serta anak SMP, kelas 7, 8, dan 9. “Diharapkan ini bisa membantu anak yang akan mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Bambang Supriyadi.

Selain untuk keperluan tersebut, KIA juga bisa digunakan untuk kepentingan lainnya seperti membeli tiket transportasi, membeli susu di supermarket atau minimarket dan sebagainya, yang memerlukan identitas anak. Terkait pencetakan KIA, Dindukcapil sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta se Kabupaten Pekalongan. Sebab, untuk pencetakan KIA siswa-siswa sekolah, Dindukcapil mengambil data dari sekolah dan menggunakan scan foto para siswa.

Namun, untuk persyaratan pemohon lainnya secara umum, disebutkan Bambang, yakni, foto kopi KK, foto kopi KTP kedua orang tua, dan foto anak yang bersangkutan ukuran 2 x 3 untuk anak usia 5-16 tahun dan tanpa foto bagi anak usia 0-5 tahun. “Dalam hal ini, petugas sekaligus akan membantu penerbitan akta kelahiran anak bagi yang belum memiliki, maupun KK yang sudah kedaluwarsa,” imbuh Bambang.

Pengajuan pencetakan KIA bisa dilayani di Kantor Dindukcapil yang saat ini menempati Balai Latihan Kerja Kabupaten Pekalongan di Rowolaku, Kajen, karena gedung Dindukcapil masih direhab. Dindukcapil saat ini memiliki 6 alat cetak KIA.

Bambang berharap pencetakan KIA bisa berkelanjutan, sehingga bisa mencetak 300 ribu kartu anak yang sudah terdata dan anak-anak yang baru lahir setelah 31 Desember 2017. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments