Radar Batang

Nur Bunuh Anaknya dengan Cara Dibekap Pakai Bantal

Nur Bunuh Anaknya dengan Cara Dibekap Pakai Bantal

VISUM – Tim medis dari puskesmas Subah sempat melakukan visum terhadap jenasah Ahmad Adiya Surya yang meninggal akibat dibunuh ibu kandungnya sendiri.
DOK ISTIMEWA

*Ibu Kandung Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuhan

BATANG – Nur Saskia Wati (16) warga Dukuh Gondang, Desa Gondang, Kecamatan Subah kini harus menanggung akibat dari perbuatan kejamnya menghilangkan nyawa anak kandungnya sendiri.

Kini Ibu muda tersebut harus berurusan dengan pihak Kepolisian setelah hasil penyelidikan mengarah bahwa dialah yang membunuh buah hatinya sendiri. Selain itu, dia juga sudah dilaporkan mertuanya ke Mapolsek Subah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (11/2) warga Desa Gondang digegerkan dengan adanya penemuan mayat seorang balita berumur 2,5 tahun bernama Ahmad Adiya Surya di dalam kamar dengan kondisi luka memar di kepala, cakaran di sekujur tubuh dan tenggorokan patah akibat cekikan.

Diterangkan Kapolsek Subah, AKP Budi P bahwa untuk perkembangan kasus meninggalnya balita yang terjadi pada hari Minggu (11/2) kemarin, pihaknya telah bekerjasama dengan anggota Sat Reskrim Polres Batang melakukan proses outopsi dengan tim DVI Polda Jawa Tengah.

“Untuk korban atas nama Ahmad Adiya Surya (2,5) telah dilakukan outopsi dengan hasil, korban meninggal akibat adanya kekerasan dengan benda tumpul dan terdapat luka luka lecet pada kelopak mata atas bagian kiri, serta luka luka pada bibir bagian dalam serta terdapat tanda tanda mati lemas akibat saluran pernafasan terhenti,” ungkap Kapolsek saat ditemui dikantornya, Senin (12/2).

Ia mengatakan, hasil outopsi tersebut sinkron dengan keterangan yang sebelumnya di dapat dari pengakuan Ibu kandung korban yang pada saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. “Hasilnya sinkron. Dan dari adanya bukti bukti tersebut, maka saat ini Ibu korban sudah kami tetapkan sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan ini,” ucapnya.

Ditambahkan Kapolsek, awal mula kejadian pembunuhan itu terungkap setelah nenek dari pada korban, yaitu Waryatun mengetahui bahwa cucunya tidak kelihatan dari pagi hari. Kemudian, Waryatun berusaha mencari keberadaan dari Nur Saskia Wati (16) yang diperkirakan keluar rumah untuk bermain di rumah saudaranya.

“Namun saat dicari, Ibu kandung korban tersebut tidak ada. Akhirnya Waryatun dibantu warga lain membuka secara paksa pintu kamar korban yang saat itu dalam keadaan terkunci. Dan didapatilah di dalam kamar, bahwa korban sudah terbujur kaku,” terangnya.

Sementara, menurut keterangan Waryatun, yang juga nenek dari balita nahas tersebut, korban dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri kemudian ditinggal pergi.

“Sejak pukul 10.00 WIB kami cari tidak ketemu, lalu kami curiga melihat pintu kamarnya dalam kondisi digembok. Akhirnya, bersama warga, pintu kamar didobrak dan kami temukan cucu saya dalam keadaan sudah meninggal,” ungkap Waryatun saat ditemui, Minggu (11/2).

Sementara, Bashari (45) kakek korban yang melihat cucunya tak bernyawa di dalam kamar sangat terkejut melihat kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu kalau cucu saya meninggal. Dan saya baru tahu, kalau yang membunuh adalah ibunya sendiri. Namun, mengenai alasan kenapa membunuh, saya tidak mengetahuinya. Karena selama ini tidak ada masalah di dalam kehidupannya,” ujar Bashari.

Bashari mengungkapkan, saat ini ayah korban yang diketahui bernama Ahmad Khairulmudin sedang bekerja di Negeri Malaysia.

“Ayahnya sedang bekerja di Malaysia, tadi juga menelpon ke rumah dan sangat terkejut karena anaknya meninggal,” paparnya.

Terpisah, Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga membenarkan kalau pelaku pembunuhan balita tersebut adalah ibu kandungnya sendiri yang bernama Nur Saskia Wati (16) yang saat ini sudah dilakukan penahanan

“Pelaku mengakui perbuatanya membunuh anak balitanya usai memandikan dan menyuapi makanan sebelum dibunuh,” terang Edi.

Saat diinterogasi, kata Kapolres, pelaku membekap menggunakan bantal dengan cara menutupi wajah anaknya. Tak heran, dalam pemeriksaan ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada jenazah balita tersebut.

“Usai mengambil tanah dari belakang rumah untuk menanam bunga, pelaku dan anaknya mandi dan setelah mandi pelaku masuk ke dalam rumah bersama anaknya. Namun menurut keterangan sang ibu, ia mendapat bisikan gaib untuk untuk menghilangkan nyawa anaknya,” pungkasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments