Radar Tegal

Banjir Genangi Semlah Wilayah di Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes

Banjir Genangi Sejumlah Wilayah di Kab Kota Tegal dan Kab Brebes

MELINTAS – Salah seorang warga Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang saat melintas di tengah-tengah jalan yang tergenang banjir, Senin (12/2).
DEDI SULASTRO/RADAR BREBES

*Dua Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi

Tiga daerah, yakni Kota/Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes kembali terendam banjir. Akibat musibah tersebut, ribuan warga mengungsi dan tercatat dua orang meninggal dunia.

Di Kota Tegal, delapan kelurahan terkena bencana banjir. Sementara itu, di wilayah Brebes, puluhan desa di lima kecamatan kembali dilanda banjir, Senin (12/2). Banjir tersebut karena meluapnya beberapa sungai dan kali yang ada di Brebes. Pantauan di lapangan, ada puluhan desa yang tergenang banjir dari lima kecamatan. Lima kecamatan itu yakni, Kecamatan Brebes, Jatibarang, Wanasari, Ketanggungan dan Tanjung.

Camat Jatibarang, Kabupaten Brebes, Subagyo mengungkapkan, ada satu warga di RT 13 RW 03, Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang yang meninggal dunia. Korban itu bernama Khoerunisa (12).

Dia menceritakan, saat ini wilayah Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang tergenang banjir sejak habis Salat Subuh. Saat itu, korban sedang bermain di samping rumah. Akibat pekarangan yang tertutup air, korban tidak menyadari ada selokan dan langsung tergelincir. “Diperkirakan korban tidak bisa berenang. Setelah dilakukan pencarian korban ditemukan sekitar pukul 08.30 dalam kondisi meninggal,” ungkapnya.

Terpisah, di tanggul Sungai Pemali, Desa Tangki, Kecamatan Brebes ada salah seorang warga yang meninggal akibat terjatuh saat akan menutup saluran irigasi. Dia adalah Pendi (35) warga Desa Tangki, Kecamatan Brebes. Korban ditemukan tewas setelah dilakukan pencarian oleh warga dengan peralatan sederhana.

Salah seorang warga yang ikut mencari korban, Jaya mengatakan, saat itu korban beserta masyarakat lainnya sedang bekerja sama menutup aliran irigasi yang mulai banjir. Namun, korban tidak membawa karung yang berisikan tanah, sehingga terbawa oleh arus sungai. “Badannya (korban) tertarik ke dalam saat akan menutup aliran irigasi, sehingga mengakibatkan korban tenggelam,” ungkapnya.

Ribuan Mengungi

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari setiap kelurahan di Kota Tegal, sebanyak 9.480 warga dari delapan kelurahan memilih mengungsi akibat musibah banjir yang menggenangi tempat tinggalnya. Yaitu Krandon 1.015, Sumurpanggang 600, Kalinyamat Kulon 400, Margadana 300, Cabawan 1.000, Pesurungan Kidul 3.665, dan Kaligangsa 2.500 Jiwa. Mereka tersebar ke beberapa posko pengungsi terdekat. Yakni di jalan Pantura dan masjid yang diperkirakan aman. “Titik-titik posko pengungsian akan terus ditambah, karena ada peningkatan jumlah pengungsi,” kata Plt wali Kota Tegal Nursholeh saat mengunjungi korban banjir kemarin.

Tersebarnya para pengungsi tersebut membuat instansi terkait kesulitan untuk memberikan pertolongan, terutama soal pendistribusian logistik. “Kami mengalami kesulitan dalam pendistribusian bantuan. Sebab, pengungsi tersebar ke beberapa titik di beberapa kelurahan,” ujar Plt kalak BPBD Kota Tegal Andri Yudi Setiawan.

Dia menuturkan, keadaan pengungsi diperparah dengan curah hujan yang semakin tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Kemiri. Dengan demikian, air yang mengenangi rumah warga terus mengalami peningkatan dan jumlah pengungsi pun terus bertambah. Karena itu, jumlah dapur umum terus ditambah sesuai dengan kebutuhan. “Saat ini, jumlah dapur umum ada di empat lokasi, yaitu di Terminal Kota Tegal, Kelurahan Krandon, Kelurahan Pesurungan Kidul, dan Kecamatan Margadana,” tandasnya.

Dia menjelaskan, untuk dana tanggap darurat dari Pemkot Tegal segera dicairkan. Sebab, sudah ada penetapan SK tanggap darurat yang disetujui Plt wali kota. Hal itu agar tidak ada keterlambatan dalam pendistribusian logistik untuk pengungsi. Harapannya, para pengungsi tidak menderita kekurangan makanan.

Kepala BPBD dan juga Plt Sekda Kota Tegal Yuswo Waluyo menambahkan, imbauan untuk memberikan sumbangan sudah disampaikan kepada semua ASN Pemkot Tegal. Dengan demikian, mereka bisa ikut berpartisipasi membantu korban bencana alam. “Saya sudah memproses dana tanggap darurat bencana untuk segera dicairkan dan mengimbau kepada semua pihak untuk membantu terutama ASN Pemkot Tegal,” ungkap Yuswo Waluyo.

Sementara itu, di wilayah Brebes, puluhan desa di lima kecamatan kembali dilanda banjir, Senin (12/2). Banjir tersebut karena meluapnya beberapa sungai dan kali yang ada di Brebes. Pantauan di lapangan, ada puluhan desa yang tergenang banjir dari lima kecamatan. Lima kecamatan itu yakni, Kecamatan Brebes, Jatibarang, Wanasari, Ketanggungan dan Tanjung.

Akibat banjir tersebut, posko bantuan dan pengungsian bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes sudah mulai didirikan di beberapa titik. Saat ini, posko sudah didirikan di tiga titik di wilayah Kota Brebes, yakni di SMK Farmasi Terlangu, Sekretariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan GOR Karangbirahi.

Sekretaris PPNI Kabupaten Brebes Johan Asani yang juga menjadi koordinator relawan penanganan bencana mengungkapkan, sekretariat PPNI siap menampung pengungsi jika di tempat pengungsian Gedung GOR Brebes penuh. Saat ini, di gedung GOR tercatat sedikitnya 269 pengungsi dan sudah memenuhi separo luas ruangan gedung. “Mayoritas yang mengungsi itu dari DesaTerlangu, karena sampai saat ini banjir di desa tersebut masih tinggi. Ada juga warga yang tetap bertahan di rumahnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini dapur umum sudah dipusatkan di sekretariat Kwarcab Brebes. Dapur umum tersebut sudah menerima bantuan logistik yang diperlukan. Mislanya beras, bahan makanan, dan obat-obatan. Pihaknya juga mengimbau siapa saja yang bersedia menjadi relawan untuk keperluan memasak di dapur umum.

Diperkirakan, lanjut dia, hingga malam nanti jumlah pengungsi akan semakin bertambah, seiring kondisi banjir saat ini belum surut. Ditambah lagi dengan hujan yang menguyur wilayah selatan Brebes. Kantor kepala desa di beberapa titik pun sudah digunakan sebagai lokasi pengungsian. Antara lain, Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari terdapat 22 orang, Desa Krasak 32 orang, dan Desa Wangandalem kurang lebih 30 orang.

Salah seorang pengurus PMI Cabang Brebes Wiyono menambahkan, di wilayah Kecamatan Brebes ada beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan. Yakni di GOR, gedung DPRD,, Sekrteraiat Kwarcab Pramuka, dan masjid-masjid. Sementara di kecamatan lain menggunakan fasilitas yang aman dari genangan banjir. “Ada sekitar ribuan pengungsi dari beberapa desa di tiga kecamatan yang terdampak banjir ini. Sebagian sudah dibawa ke GOR dan DPRD,” ujar Wiyono.

Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapupaten Brebes Eko Andalas mengatakan, sampai saat ini masih terus dilakukan upaya pertolongan dan evakuasi oleh gabungan personel Polres, Kodim, Pemerintah Kabupaten dan BPBD Brebes. Upaya evakuasi korban banjir ini dibawa ke posko pengungsian yang sudah disiapkan. “Saat ini masih terdapat beberapa warga yang belum bersedia mengungsi ke tempat yang aman,” tandasnya.

Berbeda dengan di Kabupaten Tegal. Walaupun ada 10 kecamatan yang terendam, tapi tidak semua warga yang terdampak banjir itu mengungsi. Dari data PMI Kabupaten Tegal, sementara warga yang mengungsi akibat banjir hanya ada di dua desa. Pertama di Desa Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, ada 1004 pengungsi. Jumlah tersebut terdiri dari pria dewasa 509 dan perempaun dewasa 495. Desa kedua yakni di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi yang jumlahnya pungungsinya mencapai ribuan jiwa. (mei/fid/fat)

Facebook Comments