Radar Kendal

Pondasi Jembatan Longsor, Tiga Dusun Terisolir

Pondasi Jembatan Longsor, Tiga Dusun Terisolir

TERANCAM – Akibat pondasi tergerus banjir bandang membuat jembatan Karanggantung yang melintasi sungai Blukar di Dusun Karanggantung, Desa Sojomerto, terancam putus.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Jembatan Karanggantung yang melintasi sungai Blukar berada di Dusun Karanggantung, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal Jawa Tengah, terancam putus. Hal itu terlihat pondasi jembatan yang tergerus banjir bandang. Kondisi tersebut akan mengancam tiga dusun terisolir. Tiga dusun, yakni Karanggantung, Sumiyak dan Seneng. Saat ini bagian atas jembatan diberi tanda menggunakan kayu agar tidak dilewati oleh kendaraan bermuatan berat.

Salah satu warga Dusuh Karanggantung Miftahudin mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah atas membuat banjir bandang Sungai Blukar terjadi, Minggu (11/2) malam. Akibatnya, pondasi jembatan Karanggantung tergerus hingga sebesar 1, 5 meter. Sebelumnya kondisi pondasi sudah sedikit rusak namun tidak parah.

“Jembatan ini memang sudah rusak, tetapi hanya sedikit. Akibat banjir bandang kemarin malam gerusan bertambah luas dan parah. Biar tidak ambrol karena dilewati mobil jembatan diberi tanda kayu pada bagian atasnya,” kata dia.

Miftahudin mengungkapkan, apabila jembatan Karanggantung ini ambrol dan putus maka akan ada ratusan kepala keluarga (KK) dari tiga dusun di Desa Sojomerto yang akan terisolir. Karena jalan yang melintasi jembatan Karanggantung tersebut merupakan akses utama ratusan warga tiga dusun tersebut.

“Jembatan ini akses utama bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian dan juga untuk lewat anak-anak sekolah. Warga minta agar ada tindakan dari pemerintah daerah melakukan penanganan pembronjongan agar kerusakan tidak semakin parah jika terjadi banjir lagi,” ungkap dia.

Hal senada diungkapkan warga lainnya Sudiro. Ia mengatakan, tergerusnya pondasi jembatan Karanggantung sudah diketahui oleh pemerintah desa. Bahkan sudah dilaporkan ke dinas terkait agar dulakukan penanganan.

“Jangan terlalu lama dibiarkan dan perlu ditangani agar lubang gerusan pondasi tidak semakin parah jika terjadi banjir lagi. Lubang besar pondasi yang tergerus banjir ini harus dibronjong secepatnya jangan sampai nunggu dua tiga hari. Sebab kalau banjir dan kembali tergerus jembatan bisa putus,” kata dia.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Slamet, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan segera melakukan pengecekan ke lokasi. ”Besok segera saya tindaklanjuti,” kata dia.

Sementara UPTD Pekerjaan Umum dan Perumahan Rrakyat Kecamatan Gemuh telah melakukan pengecakan lokasi jembatan Karanggantung yang pondasinya tergerus banjir bandang Sungai Blukar. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments