Radar Pendidikan

KB NU Yapensa Jenggot Libatkan Alam Dalam Pembelajaran Siswa

KB NU Yapensa Jenggot

BERKUNJUNG – Siswa KB NU Yapensa Jenggot mengadakan kunjungan belajar ke Deswita Pandansari, Kamis (8/2).
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

JENGGOT – Kelompok Belajar Nahdlatul Ulama Yayasan Pendidikan Salafiyah (KB NU Yapensa) Jenggot, melibatkan alam dalam pembelajaran yang dilaksanakan. Siswa dikenalkan dengan alam dan lingkungan sekitar. Kegiatan digelar bersamaan dengan outbond di Deswita Pandansari, Kamis (8/2).

Kepala KB NU Yapensa, Waqiah, menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan alam kepada siswa agar menambah pengetahuan dan wawasan mereka.

“Supaya anak mengenal alam dan lingkungan sekitar, bahwa terdapat banyak tempat bermain di luar sekolah. Tidak hanya di dalam kelas anak juga bisa bermain di luar kelas,” ujarnya kepada Radar, Minggu (11/2).

Untuk menambah semarak kegiatan, guru dan pemandu wisata mengadakan beberapa macam perlombaan yang diikuti siswa, diantaranya menangkap ikan, memeras spoon tanpa tangan, mengisi air ke dalam ember secara estafet, memindahkan bola dengan tali, dan lain sebagainya. Selain itu, siswa juga diajak untuk menanam padi dan mengunjungi taman holtikultura.

Kunjungan belajar yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 13.00 WIB ini diikuti oleh 55 siswa dengan pendampingan dari orang tua. Waqiah menjelaskan, orang tua sengaja dilibatkan karena tempat kunjungan yang cukup jauh serta perlu banyak pengawasan.

“Karena di tempat kunjungan banyak sungai dan bahaya lain, kami mengajak orang tua untuk ikut. Waktu kunjungan juga lama, sehingga anak membutuhkan bantuan ketika mau makan atau lainnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Waqiah mengungkapkan, kunjungan belajar rutin diadakan oleh KB NU Yapensa. Dalam satu semester, pihak sekolah akan mengadakan dua kunjungan ke tempat yang berbeda. Pada semester sebelumnya, pihak sekolah telah mengajak siswa untuk berkunjung ke tempat pembuatan roti dan peternakan sapi. Menurut Waqiah, pembelajaran secara langsung dan melibatkan alam perlu dilakukan agar materi yang disampaikan mudah dipahami dan menghindari kejenuhan. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments