Radar Pendidikan

Meski SD Plus Baiturrahman Tergenang Rob, Ekskul Tetap Jalan

SD Plus Baiturrahman

ISTIRAHAT – Suasana istirahat siswa SD Plus Baiturrahman usai laksanakan ekskul karate, Minggu (11/02).
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

WONOKERTO – Kondisi sekolah yang cukup memprihatinkan sebab menggenangnya air rob ke dalam ruang kelas serta hampir seluruh halaman, tak menjadikan semangat untuk berprestasi menurun. Hal itu dibuktikan dengan tetap berjalannya ekstrakurikuler (ekskul) di SD Plus Baiturrahman Wonokerto. Salah satu ekskul unggulan yang tetap rutin dijalankan ialah ekskul karate.

Sang pelatih atau lebih sering disapa dengan sebutan sinsae, Ira Mujiono mengungkapkan, semangat para siswa tetap besar. Itu sejalan dengan dukungan yang diberikan pihak sekolah.

Dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Pemuda Daerah (POPDA) cabang olahraga (cabor) karate yang akan digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen pada 1 Maret 2018 mendatang, pihaknya tetap ingin menampilkan yang terbaik meski kondisi sekolah masih cukup memprihatinkan.

“Sebenarnya biasanya kami pakai halaman, karena terendam kemudian kami pindah ke aula yang agak luas walaupun harus di dalam ruang. Tapi karena akhir-akhir ini hujan cukup deras dan air masuk ke kelas-kelas akhirnya aula dijadikan sebagai ruang kelas. Makanya kami pindah kesini (ruang di bagian belakang sekolah),” ungkap pelatih yang juga merupakan atlet karate nasional tahun 2005 ini.

Pihak sekolah kini mempersiapkan wakilnya untuk mewakili UPT Kecamatan Wonokerto di ajang POPDA cabor karate mendatang. Sang pelatih tak menarget banyak, pasalnya tahun ini ia mengaku masih dalam tahap pembibitan anak didiknya. “Kebetulan yang sudah ahli sekarang sudah kelas 6, jadi nggak bisa ikut,” ujar dia.

SD berbasis Islam yang berlokasi di Desa Api-api Kecamatan Wonokerto ini telah banyak mencetak prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Para siswa lulusan SD Plus, sebutan akrab SD Plus Baiturrahman rupanya telah mampu menembus sekolah-sekolah favorit baik di Kabupaten maupun Kota Pekalongan. “Lulusan sini sudah banyak yang ke SMP 2 Pekalongan, SMP 6 dan sebagainya. Mereka masuk dengan piagam-piagam prestasi yang juga cukup banyak,” katanya.

Selain bidang akademik, pelatih pun merasakan pihak sekolah sangat concern terhadap pencapaian bidang non akademik salah satunya olahraga bela diri karate ini. “Selama saya melatih disini, di tahun 2015 lalu siswa kelas 5 sini bisa mendapat juara II di tingkat Jawa Tengah dalam event Piala Bupati Brebes,” tandasnya. (mg5)

Penulis: Eka Isditya | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments