Radar Batang

Susuri Hingga 15 Km, 2 Korban Belum Juga Ditemukan

Cari Korban Tenggelam

KENDALA MEDAN – Selain hujan, kondisi medan yang curam serta derasnya arus Kali Lampir juga menyulitkan misi pencarian terhadap dua bocah yang dilaporkan tenggelam, kemarin.

BATANG – Kondisi cuaca dan derasnya arus Sungai Lampir Desa Margosono, Kecamatan Tersono, ternyata menyulitkan proses pencarian terhadap dua anak yang dikabarkan tenggelam pada Minggu (11/2). Hingga hari kedua, Senin (12/2), tim SAR gabungan belum juga menemukan jasad kedua korban.

“Belum ada tanda-tanda, sampai jelang maghrib tadi, jasad dua anak belum kami temukan. Karena sudah mulai gelap, pencarian kita hentikan dan akan dilanjut besok,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi AP MM, yang telah turun ke lokasi sejak kemarin Subuh.

Kedua anak itu, yakni Adi Yuliana (10) dan Wahyu Aji Fitriyani (10), yang diketahui merupakan warga Dukuh Sobowangi Rt 03/04 Desa Plosowangi, Kecamatan Tersono. Mereka berdua dilaporkan hilang sejak Minggu sore saat mandi di Curug Jeglong Sungai Lampir Desa Margosono, Tersono. Mereka diyakini mandi bersama satu teman lainnya, Rismawati (10), yang jenazahnya telah ditemukan Minggu sore, berjarak 5 km dari Curug Jeglong.

Menurut Ulul, pencarian hari kedua melibatkan lebih banyak orang. Selain 20 personel Batang Rescue, juga ada SAR Bravo Bawang, Basarnas Kansar Semarang, TNI/Polri, Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) tersono, guide lokal, serta warga setempat.

“Cuacanya kurang mendukung, hujan deras, arus sungai juga deras dan sebagian curam, sehingga menyulitkan proses pencarian. Sungainya juga besar. Tim sudah menyusuri hingga 15 km dari TKP, yakni Kebonwaru Desa Pujut, tetapi belum ada hasil,” terang Ulul.

Sungai Lampir sendiri terbilang cukup besar, terlebih dalam kondisi musim hujan seperti sekarang ini. Alur sungai itu mengalir dari Sangubanyu melintasi Tersono dan ketemu Kali Belo di Muara Luwung dan akan mengalir sampai Kali Kuto. Karena arusnya yang deras, sungai itu juga dimanfaatkan untuk tempat wisata selusur sungai (tubing).

Proses pencarian hari kedua dihentikan pada pukul 17.00 WIB. Kata Ulul, terlalu berbahaya jika misi berlanjut sampai malam hari, mengingat kondisi medan yang curam.

“Sementara misi kami tutup sampai jam 17.00 WIB. Akan kami lanjutkan pencarian pada esok hari, semoga cuaca mendukung. Dan kami optimis, kedua bocah malang tersebut akan bisa ditemukan,” ucapnya (fel/sef)

Penulis: M. Dhia Thufail dan Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

 

Facebook Comments