Radar Batang

Lagi, Warga Harus Terkena Gusur Proyek Tol

Tergusur Proyek Tol

AUDIENSI – Pemerintah Kabupaten Batang bersama PPK Tol Ruas Batang-Semarang menggelar konsultasi publik terkait pembangunan tol di aula Pemkab Batang, Senin (12/2).
M Dhia Thufail

Perluasan Lahan Butuh 56 Hektar

Masyarakat Kabupaten Batang yang rumahnya berbatasan langsung dengan jalur tol trans jawa, nampaknya harus bersiap menerima kenyataan pahit lagi. Pasalnya, rumah mereka kembali harus terkena gusur akibat adanya penambahan luasan lahan tol seluas 56 hektar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Ruas Batang-Semarang, Wijayanto mengungkapkan, bahwa rencana penambahan lahan itu untuk pembangunan 4 simpang susun (SS Pemalang, SS Sragi, SS Bojong, SS Batang) Frontage Road dan beberapa Main Road sesuai hasil review Basic Design dan ROW Plan bulan Januari 2017.

“Sesuai rencana, pada hari raya nanti, jalur tol tidak lagi diberlakukan fungsional tapi sudah benar benar bisa dilewati. Namun ada beberapa titik yang kondisinya masih kurang sempurna dan butuh pelebaran jalan tol. Sehingga kita masih butuh sekitar 56 hektar lagi,” ungkapnya, saat ditemui dalam gelaran konsultasi publik terkait pembangunan tol di aula Pemkab Batang, Senin (12/2).

Ia juga mengatakan, ada beberapa titik jalan tol di Kabupaten Batang yang tingginya atau tingkat kemiringannya sangat tajam, sehingga perlu dipangkas dan membutuhkan lahan lagi.

Selain itu, juga masih terdapat lokasi yang memiliki tingkat kemiringan kurang, seperti di wilayah Cempoko Kuning. Yang menurutnya, ketinggian galian itu berada di sebelah perumahan, jadi sangat riskan.

Ia menyampaikan, untuk mempermudah proses administrasi dalam proses ganti untung, maka pemilikan tanah dan rumah harus jelas. “Dalam pembebasan lahan kemarin, banyak yang tidak jelas, jadi harap masyarakat tidak menyepelekannya. Mudah-mudahan hari ini jelas semua, karena pengadaan harus selesai sebelum bulan Mei. Sehingga pembayaran bisa dilaksanakan pada bulan Mei dan Juli,” Kata Wijayanto.

Disampaikan Wijayanto, bahwa pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat ini masih dalam tahap kontruksi. “Guna memberikan akses yang menghubungkan jalan tol dengan jalan umum dan fasilitas istirahat pengguna jalan, maka akan di bangun rest area di wilayah Plelen dan Gondang. Serta penambahan ruas di Desa Kuripan dan Interchange, dan exit Tol Kandeman di Ruas jalan tol Batang-Semarang,” bebernya.

Senada disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Biro Oda kerjasama Setda Provinsi Jateng, dan selaku Tim Persiapan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan umum Provinsi Jawa Tengah, Bambang Herwanto, bahwa lahan tol yang sedang direncanakan perlu penambahan banyak.

Sementara, Sekertaris Daerah Kabupaten Batang, Nasikhin mengatakan, perluasan lahan yang terkena proyek jalan tol hanya ada beberapa titik, tidak semua terkena perluasan pembangunan jalan tol.

“Dengan adanya perluasan lahan ini, Pemkab berupaya mengantisipasi agar tidak ada permasalahan dalam pembebasanya, dengan cara melalui konsultasi publik ini. Karena manfaat jalan tol ini kedepannya sangat besar sekali,” tandasnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments