Metro Pekalongan

Pelaku Menghajar Korban karena Emosi

Tersangka Pembunuh Sutomo

EKSPOS KASUS – Polres Pekalongan Kota mengekspos pengungkapan kasus pembunuhan terhadap seorang warga Binagriya Kota Pekalongan bernama Sutomo di mapolres setempat, kemarin (12/2).
WAHYU HIDAYAT

Pembunuh Sutomo Ditangkap

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota berhasil menangkap pelaku yang telah menyebabkan tewasnya Sutomo (84), warga Jl Karet No 707, Perumahan Binagriya, Medono, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan pada Rabu (7/2) lalu.

Tersangka diketahui bernama Muhammad Faruq (33), warga Jenggot, Pekalongan Selatan. Dia ditangkap tim Resmob di daerah Warungpring, Pemalang, pada Sabtu (10/2), atau tiga hari setelah kejadian. Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu unit HP milik korban, pakaian korban dan tersangka yang ada bercak darah korban, dan sepeda motor tersangka.

Terungkap bahwa antara tersangka dengan korban sebelumnya sudah saling kenal. Sebab beberapa hari sebelum kejadian, korban sempat ditolong tersangka ketika korban mengalami kecelakaan di jalan raya. Saat itu becak yang ditumpangi korban ditabrak oleh pengendara sepeda motor.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya nekat menghajar korban karena emosi setelah dimarahi korban. Ketika itu, Rabu (7/2) siang, dia bertemu dengan korban. Kemudian korban meminta tersangka mampir ke rumahnya.

Korban saat itu sempat meminta tolong kepada tersangka untuk mengusir kucing yang masuk ke rumah korban. Namun kucing tersebut tidak ketemu. Korban pun memarahi tersangka dan memukul pundak tersangka menggunakan sapu.

Tak terima dengan perlakuan yang diterimanya, tersangka pun emosi. Tersangka langsung memukul korban dan mendorong tersangka hingga jatuh dan membentur lantai. Tersangka juga menginjak-injak tubuh korban.

Setelah mengetahui korban tidak berdaya, tersangka langsung kabur sambil membawa HP korban. “Saya spontan saja melakukannya. Sebelumnya tidak ada niat sama sekali mau memukul korban ataupun mau mencuri. Saya waktu itu emosi karena dia memarahi saya dan memukul saya,” ungkap tersangka, saat ekspose kasus tersebut di Mapolres Pekalongan Kota, Senin (12/2).

Bapak dua anak yang berprofesi sebagai buruh serabutan itupun mengaku menyesali perbuatannya. “Saya menyesal, Pak,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu menyatakan pengungkapan kasus tersebut berkat kerja keras jajarannya, terutama Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Melalui penyelidikan mendalam yang dipimpin langsung Wakapolres, akhirnya kasus tersebut terkuak.

“Akhirnya mengarah ke tersangka ini, dan selanjutnya tersangka bisa kita amankan. HP korban juga kita temukan. Pakaian dan sandal yang tersangka kenakan saat kejadian dan ada bercak darah korban juga kita amankan sebagai barang bukti,” ungkap Kapolres, didampingi Wakapolres Kompol Saprodin, Kasatreskrim AKP Edi Sutrisno, dan Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hanafi Umar.

Kapolres membenarkan antara tersangka dan korban sudah saling kenal. “Tersangka awalnya ketemu korban saat korban kecelakaan ditabrak sepeda motor, lalu tersangka menolong korban dan membawa ke tukang pijat. Beberapa hari kemudian tersangka kembali bertemu korban. Kemudian diajak ke rumah korban,” paparnya.

Sampai akhirnya, peristiwa kekerasan itu terjadi. Berawal dari tersangka yang emosi lantaran dimarahi dan dipukul korban. “Tersangka kemudian memukul korban, korban terjatuh, dan kepalanya membentur lantai,” lanjut dia.

AKBP Ferry menambahkan, untuk memperjelas bagaimana kronologis sebenarnya peristiwa itu terjadi, pihaknya Selasa (13/2) ini akan melakukan rekonstruksi.

Saat ini, tersangka telah diamankan di sel tahanan mapolres setempat. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 354 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sebagaimana telah diberitakan, Sutomo (84), warga Jalan Karet No 707, Perumahan Binagriya, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan ditemukan oleh sejumlah tetangganya dalam kondisi bersimbah darah di teras depan rumahnya, Rabu (7/2) sekira pukul 15.30 WIB.

Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan dengan sejumlah luka di kepala dan beberapa luka lain di sekujur tubuhnya. Korban kemudian dilarikan ke IGD RSUD Bendan oleh para tetangga untuk mendapat perawatan. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments