Radar Kajen

Pembantai Tetangga Terancam 15 Tahun

Pembantai Tetangga

DIINTEROGASI – Isa Ansori (48) kini menjalani pemeriksaan secara intensif usai melakukan penganiayaan terhadap tetangganya hingga tewas.
TRIYONO

KAJEN – Isa Ansori (48) warga Dukuh Sembung, Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang membacok tetangganya, Kaliri (40), hingga tewas terancam hukuman 15 tahun penjara. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP.

Hal itu dibenarkan Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar. Kata dia, dari pemeriksaan tersangka, korban selama ini dikenal sering mencuri barang di lingkungannya.

Terakhir korban pernah masuk penjara karena pernah mencuri. Sementara hasil pemeriksaan didapatkan bahwa pada saat dibacok menggunakan clurit oleh tersangka, korban masih posisi tidur sehingga tidak melakukan perlawanan.

“Untuk luka yang diderita korban sangat parah dan tidak beraturan hingga mengakibatkan korban meninggal di tempat. Sedangkan untuk korban selanjutnya divisum di RSUD Kraton selesai visum oleh pihak keluarga dilakukan pemakaman,” terangnya.

Sementara atas perbuatanya, kini tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Untuk tersangka diamankan ke Polsek selanjutnya dibawa ke Polres untuk menghindari amukan masa dan keluarga korban,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, hanya lantaran kehilangan uang Rp 30 ribu, seorang sopir, Isa Ansori (48) warga Dukuh Sembung, Desa Kampil Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, tega membantai tetangganya, Kaliri (40) hingga tewas, Sabtu (10/2) siang. Korban dibacok berulangkali.

Petistiwa terjadi saat pelaku bangun tidur dan akan membeli makan untuk sarapan. Saat membuka dompet, uang Rp 30 ribu miliknya tidak ada. Ia pun langsung berpikiran negatif uang dicuri oleh korban, yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari rumah tersangka.

Tuduhan itu karena Isa mengaku sudah sekitar lima kali kehilangan uang dan ponsel. Ia menuduh yang kerap mencuri uang miliknya adalah korban.

“Untuk uang saya belum bisa membuktikan, tapi kalau yang hp memang dicuri oleh dia (korban),” tutur tersangka ketika di Mapolres Pekalongan.

Kemudian dengan membawa senjata tajam sabit, tersangka mendatangi rumah korban. Sesampainya di rumah korban, pelaku sempat ketuk-ketuk pintu namun tidak dibukakan oleh korban. Tersangka pun mendorong pintu rumah korban hingga terbuka, dan mendapati korban sedang tertidur di lantai beralaskan tikar.

“Dia saya bangunin dan tak tanya nyolong duitku ya. Dia jawab aku ra reti. Saya langsung nyabet kepalanya dengan parang tiga kali,” lanjutnya.

Usai membacok korban, tersangka langsung menyerahkan diri di Mapolsek Wiradesa. Isa mengakui, saat meninggalkan rumah korban dirinya tidak mengetahui apakah korban masih hidup atau sudah mati.

“Saya langsung ke polsek dan bilang baru mbacok wong. Saya belum tahu apa dia (korban) masih hidup atau sudah mati. Jika masih hidup, saya siap nambani (mengobati). Jika memang sudah meninggal, saya menyesal. Tujuan saya hanya untuk ngasih pelajaran ke dia,” imbuh di depan penyidik.

Sementara Kasyono, kerabat korban, menuturkan, korban dibacok oleh teman dekatnya sendiri yang juga tetangga korban. Kejadian pembacokan itu sekitar pukul 11.30 WIB. Kasyono mengaku tidak mengetahui penyebab pembacokan tersebut.

“Pelaku aslinya orang Rejosari, namun membeli rumah di sini. Pelaku kenal dengan korban. Korban kerjanya buruh serabutan, kadang kuli bangunan. Pelaku sudah menyerah ke polsek,” katanya.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, menerangkan, sekitar pukul 10.30 WIB, tersangka bangun tidur dan bermaksud membeli makanan untuk sarapan. Namun, pelaku tidak mendapati uang di dalam dompetnya. Tersangka mengaku sudah sering kehilangan uang seperti itu, dan pelaku merasa yang mencuri adalah korban.

“Tersangka lantas mencari korban dengan membawa sabit. Tersangka menemukan korban tengah tidur di dalam rumahnya. Tersangka diduga menganiaya korban dengan membacok kepala korban menggunakan sabit tersebut. Setelah itu, tersangka ke Mapolsek Wiradesa untuk menyerahkan diri. Saat petugas mendatangi rumah korban, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” terang dia.

Polisi sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Polisi mengamankan sebilah sabit yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Jenazah korban sendiri dibawa ke RSUD Kraton untuk diautopsi. Hingga kemarin sore, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pekalongan.

“Masih diselidiki kasusnya dan tersangkan kini diamankanndi Mapolres,” tegasnya. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments