Radar Batang

Mandi di Sungai, Satu Tewas, Dua Hilang

Satu Tewas, Dua Hilang

EVAKUASI – Jenazah korban tenggelam dievakuasi tim Batang Rescue menuju RSUD Limpung. Korban tewas diduga tenggelam di Sungai Lampir, sementara dua temannya belum ditemukan.
M DHIA THUFAIL / RADAR PEKALONGAN

*Anak Perempuan Mandi di Sungai

BATANG – Tiga anak perempuan dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Lampir Desa Margosono, Kecamatan Tersono, Minggu (11/2). Satu di antaranya berhasil ditemukan dalam kondisi tewas terhanyut.

Satu korban tewas itu bernama Rismawati (10), yang masih duduk di kelas 6 SD. Namun, dua anak lainnya, yakni Lia (10) dan Wahyu Aji Fitriani (12) belum bisa dipastikan apakah ikut tenggelam atau lainnya.

Insiden maut itu terjadi di Sungai Lampir Desa Margosono, Kecamatan Tersono, tepatnya di Curug Jeglong. Diduga, ketiganya mandi di sungai sebelum turun hujan sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Sementara Rismawati kemungkinan terpeleset dan terseret arus sungai.

Sekitar pukul 12.00 WIB, dua orang yang sedang mancing, Khamdani (12) dan Samsul Maarif (12) melihat korban dan langsung melaporkannya ke perangkat desa kemudian dilanjut ke Polsek Tersono yang tiba di lokasi pukul 15.00 disusul tim dari Batang Rescue yang dikomandoi Arif Mutaqin S Pd.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.00 dengan lokasi dengan jarak kurang lebih 5 km dari Curug Jeglong. Kondisi medan yang berbatu dan arus yang deras sempat menyulitkan proses evakuasi. Korban akhirnya dibawa ke RSUD Limpung.

Tak cukup di situ, masuk laporan soal adanya dua korban lain yang belum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya dua pakaian di TKP Curug Jeglong. Tanpa menunggu lama, tim SAR pun langsung kembali ke lokasi untuk melanjutkan proses pencarian. Namun sampai jelang petang, hasilnya nihil, sehingga diputuskan menghentikan pencarian.

Kapolsek Tersono, AKP Sukendar, mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat seorang anak sekira pukul 13.00 WIB, kemudian hampir secara bersamaan, pihaknya juga menerima laporan kehilangan anggota keluarga dari tiga orang warga.

“Diduga tiga orang anak yang salah satunya ditemukan tenggelam pergi bersama sejak pukul 11.30 WIB dan hingga sekarang belum. pulang,” terang Sukendar.

Menerima dua laporan itu, Kapolsek menyatakan masih belum bisa memastikan apakah dua lainnya ikut tenggelam atau tidak. Dia bahkan menyampaikan dua kemungkinan terkait nasib Lia dan Fitriani. “Pertama, kemungkinan mereka pergi bersama dan tiga-tiganya hanyut dan baru satu yang ditemukan. Atau kemungkinan kedua, bisa jadi kedunya tidak tenggelam, melainkan tidak pulang lantaran takut begitu mengetahui temannya tenggelam dan hanyut terbawa arus,” jelas dia.

Lanjut Kapolsek, pencarian masih dilakukan sampai sore hari. Anggotanya bersama Batang Rescue dan dibantu warga menyusuri alur Sungai Lampir. “Pencarian masih dilakukan saat ini, anggota kami juga menghimpun keterangan dari saksi-saksi,” imbuhnya.

Karena hari mulai gelap, tim pencarian akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitasnya dan menjadwalkan pencarian lanjutan Senin hari ini.

Sementara itu, tewasnya Rismawati membuat keluarganya terpukul. Ibu korban, Ngatinah (45), warga Dukuh Pewangi, Desa Plosowangi, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang menangis histeris setibanya di ruang IGD RSUD Limpung, tubuh wanita paruh baya tersebut limbung sebelum akhirnya dipapah keluar oleh warga dan petugas relawan Batang Rescue. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments