Metro Pekalongan

Peserta Dapat Pilih RS Rujukan

Hindari Antrean Panjang

Kasus antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah rumah sakit dengan sistem pendaftaran manual, sebenarnya dapat dihindari. Pasien sebenarnya dapat memilih rumah sakit yang menjadi tempat rujukan, setelah mendapat keputusan dari dokter FKTP bahwa yang bersangkutan harus dirujuk.

“Prinsipnya, peserta JKN bisa mengakses rumah sakit manapun yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karena semua rumah sakit yang terikat dengan BPJS Kesehatan berkewajiban melayani pasien dengan hak yang sama. Sehingga dimanapun rujukannya, pasien tetap mendapatkan pelayanan yang sama,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Asep Subana, kemarin.

Namun Asep menyatakan, memilih rumah sakit rujukan dapat dilakukan setelah pasien mendapatkan keputusan dari dokter FKTP untuk dirujuk. Pasien dikatakannya, tidak bisa meminta sendiri untuk dirujuk. “Jadi intinya, kalau datang untuk meminta rujukan tidak bisa. Tapi kalau sudah diputuskan untuk dirujuk, pasien bisa memilih rumah sakit rujukan,” tambahnya.

Dalam memilih rujukan, ada empat apsek yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan Permenkes Nomor 1 Tahun 2012 diantaranya aksesibilitas, kekhususan dan geografis.

Hak memilih rujukan, dikatakan Asep, perlu diketahui masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menghindari antrean panjang di rumah sakit. Sebab selama ini ia melihat banyak keluhan terkait antrean panjang pendaftaran di rumah sakit, karena pasien menumpuk di salah satu rumah sakit saja.

“Misalnya mendapat rujukan di RSUD Bendan, namun dokter yang akan menangani juga buka praktik di rumah sakit lain, seharusnya pasien bisa memilih untuk ke rumah sakit lain yang kemungkinan lebih longgar. Dimanapun rumah sakit yang dipilih, hak yang didapatkan pasien sama termasuk obat-obatan. Sehingga tidak perlu takut ada perbedaan pelayanan,” katanya.

Ia melihat kondisi masih adanya antrean panjang, karena kurangnya pengetahuan masyarakat, sosialisasi dari FKTP maupun memang karakter masyarakat. Ia yakin di FKTP baik puskesmas maupun klinik, sudah menawarkan untuk memilih rumah sakit rujukan. Namun terkadang pasien merasa ‘cocok’ dengan satu rumah sakit tertentu.

“Jadi dalam hal ini perlu sosialisasi lebih luas lagi. Kami sebenarnya sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun mungkin perlu adanya pemahaman yang lebih lagi,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments