Radar Kajen

Ribuan Guru Buat KTA PGRI Kemenag

KTA PGRI Kemenag

ANTRE – Para anggota PGRI Kemenag Kabupaten Pekalongan mengantre pembuatan kartu tanda anggota di Kantor Kopenda Kajen Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Ribuan perserta mengikuti pembuatan kartu tanda anggota (KTA) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di lingkungan Kemenag Kabupaten Pekalongan, kemarin. Mereka berasal dari berbagai daerah se Kota Santri.

Ketua PGRI Kemenag Kabupaten Pekalongan Sobirin melalui Sekretaris PGRI Kemenag Kabupaten Pekalongan Wasimin menjelaskan, ribuan peserta yang mengikuti pembuatan KTA ini berasal dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mulai tingkat RA hingga SMA di lingkungan Kemenag Kabupaten Pekalongan.

“Dengan kepemilikan kartu ini, maka akan banyak manfaat yang bisa dirasakan. Selain menjadi salah satu upaya pengurus untuk ketertiban administasi. Manfaat itu seperti perlindungan hukum hingga peningkatan kualitas serta profesionalan sumber daya manusianya,” jelas dia.

Dituturkan, hal positif lainnya yang bisa dirasakan dengan memiliki KTA PGRI Kemenag Kabupaten Pekalongan yakni bisa mendapat keringanan biaya ketika ingin melanjutkan ke Universitas PGRI Semarang. “KTA ini juga sebagai fungsi untuk mendapatkan dana pensiunan, kematian dan menjadi data induk PGRI Kemenag Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam pembuatan KTA ini para peserta hanya dikenakan biaya cetak saja. Agar lebih bisa bermanfaat, Pengurus PGRI Kemenag Kabupaten Pekalongan juga menggelorakan gerakan infak dan sosialisasi peran guru.

“Semoga dengan adanya ini kesejahteraan tenaga kependidikan maupun pendidik tercapai,” harap dia.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Wonokerto, Anton Sutoto mengatakan, seiring perkembangan sekarang tenaga pendidik membutuhkan payung hukum untuk mencegah hal tidak diinginkan, serta perlunya peningkatan kesejahteraan.

“Tugas pendidik dalam upaya mencerdaskan anak bangsa tidak mudah. Apalagi saat ini marak adanya tindakan kekerasan yang dialami dengan pelaku siswa sendiri. Kalau tidak ada perlindungan hukum maka guru tidak memiliki arti lagi. Kesadaran ini perlu didorong dan didukung semua pihak. Melalui kepesertaan atau pembuatan KTA PGRI ini diharapkan guru terwadahi,” tandas dia. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments