Radar Kajen

Sopir Bantai Tetangga Dekat

Bantai Tetangga

DIBANTAI – Lantaran kehilangan uang Rp 30 ribu, seorang sopir tega membantai tetangganya di Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa.

Hanya Karena Kehilangan Rp 30 Ribu

Hanya lantaran kehilangan uang Rp 30 ribu, seorang sopir, Isa Ansori (48) warga Dukuh Sembung, Desa Kampil Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, tega membantai tetangganya, Kaliri (40) hingga tewas, Sabtu (10/2) siang. Korban dibacok berulangkali.

Petistiwa terjadi saat pelaku bangun tidur dan akan membeli makan untuk sarapan. Saat membuka dompet, uang Rp 30 ribu miliknya tidak ada. Ia pun langsung berpikiran negatif uang dicuri oleh korban, yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari rumah tersangka.

Tuduhan itu karena Isa mengaku sudah sekitar lima kali kehilangan uang dan ponsel. Ia menuduh yang kerap mencuri uang miliknya adalah korban.

“Untuk uang saya belum bisa membuktikan, tapi kalau yang hp memang dicuri oleh dia (korban),” tutur tersangka ketika di Mapolres Pekalongan.

Kemudian dengan membawa senjata tajam sabit, tersangka mendatangi rumah korban.

Sesampainya di rumah korban, pelaku sempat ketuk-ketuk pintu namun tidak dibukakan oleh korban. Tersangka pun mendorong pintu rumah korban hingga terbuka, dan mendapati korban sedang tertidur di lantai beralaskan tikar.

“Dia saya bangunin dan tak tanya nyolong duitku ya. Dia jawab aku ra reti. Saya langsung nyabet kepalanya dengan parang tiga kali,” lanjutnya.

Usai membacok korban, tersangka langsung menyerahkan diri di Mapolsek Wiradesa. Isa mengakui, saat meninggalkan rumah korban dirinya tidak mengetahui apakah korban masih hidup atau sudah mati.

“Saya langsung ke polsek dan bilang baru mbacok wong. Saya belum tahu apa dia (korban) masih hidup atau sudah mati. Jika masih hidup, saya siap nambani (mengobati). Jika memang sudah meninggal, saya menyesal. Tujuan saya hanya untuk ngasih pelajaran ke dia,” imbuh di depan penyidik.

Sementara Kasyono, kerabat korban, menuturkan, korban dibacok oleh teman dekatnya sendiri yang juga tetangga korban. Kejadian pembacokan itu sekitar pukul 11.30 WIB. Kasyono mengaku tidak mengetahui penyebab pembacokan tersebut.

“Pelaku aslinya orang Rejosari, namun membeli rumah di sini. Pelaku kenal dengan korban. Korban kerjanya buruh serabutan, kadang kuli bangunan. Pelaku sudah menyerah ke polsek,” katanya.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, menerangkan, sekitar pukul 10.30 WIB, tersangka bangun tidur dan bermaksud membeli makanan untuk sarapan. Namun, pelaku tidak mendapati uang di dalam dompetnya. Tersangka mengaku sudah sering kehilangan uang seperti itu, dan pelaku merasa yang mencuri adalah korban.

“Tersangka lantas mencari korban dengan membawa sabit. Tersangka menemukan korban tengah tidur di dalam rumahnya. Tersangka diduga menganiaya korban dengan membacok kepala korban menggunakan sabit tersebut. Setelah itu, tersangka ke Mapolsek Wiradesa untuk menyerahkan diri. Saat petugas mendatangi rumah korban, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” terang dia.

Polisi sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Polisi mengamankan sebilah sabit yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Jenazah korban sendiri dibawa ke RSUD Kraton untuk diautopsi. Hingga kemarin sore, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pekalongan.

“Masih diselidiki kasusnya dan tersangka kini diamankan di Mapolres,” tegasnya. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments