Features

Kenalkan Potensi Wisata Pantai Wonokerto Pekalongan

Jambore Kopi Nusantara

JAMBORE – Kegiatan Jambore Kopi Nusantara di Pantai Wonokerto Pekalongan.
LAILATUL MAFIYAH

Menengok Kegiatan Jambore Kopi Nusantara

Jambore Kopi Nusantara yang biasanya dilaksanankan di daerah pegunungan atau dataran tinggi, dikonsep berbeda dengan dilaksanakan di pantai. Acara ramai dipadati pengunjung. Seperti apa?  LAILATUL MAFIYAH, WONOKERTO

Pantai Wonokerto dengan hamparan pasir pantai nan indah, terlihat di bawah pohon cemara berdiri puluhan tenda. Pengunjung memadatai acara yang biasanya dilaksanakan di pegunungan, yakni Jambore Kopi Nusantara, yang kali ini digelar di Pantai Wonokerto, Sabtu (10/2) sampai dengan Minggu (11/2).

Ketua Panitia Jambore Kopi Nusantara, Rosulin menuturkan pada kegiatan jambore ini diadakan lomba racik kopi se-eks karisidenan Pekalongan, bahkan banyak peserta dari luar kota seperti Semarang dan Banjarnegara yang turut mengikuti perlombaan. Selain itu, diadakan pula lomba fotografi dengan tema keberagaman Wonokerto.

“Kami ingin mengangkat potensi Wisata di wonokerto. Kami juga melangsungkan kegiatan susur sungai dengan mengajak teman-teman barista menyusuri sungai Tratebang. DI sana tumbuh mangrove yang mulai lebat. Kawasan ini bisa dijadikan sebagai wisata sungai,” terang Ulin, sapaan akrabnya.

Sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan, diadakan juga lukis tong sampah yang akan disebar di area pantai. Ini agar masyarakat peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Melalui jambore ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan potensi wisata Pantai Wonokerto. Kami mengajak warga sekitar dan relawan untuk mengelola parkir dan melakukan penataan di sini,” ungkap Ulin yang juga salah satu anggota Komunitas Peduli Wonokerto (KPL).

Ini kali pertama Pantai Wonokerto digunakan untuk camp, ke depannya bisa menjadi bibit ide agar pengelolaan Pantai Wonokerto lebih baik. Selain itu juga banyak event yang dapat diselenggarakan di pantai ini.

“Pada kegiatan ini kami mendatangkan barista dari luar kota, di sini kami berdikusi dan berbagi pengalaman sehingga dapat memunculkan ide atau masukan untuk pengelolaan wisata sehingga dapat menunjang ekonomi kreatif di Wonokerto,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments