Nasional

Dua Dokter Diperiksa KPK Terkait Kasus Menghalangi Penyidikan

Dua Dokter Diperiksa KPK

DIPERIKSA – Direktur RS Medika Permata Hijau dr Hafil Budianto Abdulgani diperiksa KPK sebagai saksi terkait hilangnya Setya Novanto, Jumat (9/2).
Istimewa

JAKARTA – Indikasi keterlibatan para dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau dalam dugaan menghalangi penyidikan (obstruction of justice) perkara e-KTP Setya Novanto terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga superbodi itu kemarin (9/2) memeriksa dua dokter sekaligus. Yakni, direktur RS Hafil Budianto Abdulgani dan dokter spesialis saraf Nadia Husein Hamenda.

Keduanya diperiksa untuk dokter Bimanesh Sutarjo yang ditetapkan tersangka bersama mantan pengacara Setnov, Fredrich Yunadi. Hafil dan Nadia diperiksa terpisah. Usai pemeriksaan sekitar pukul 17.30, Hafil keluar lewat pintu belakang. Sedangkan Nadia melalui pintu depan gedung. Keduanya sama-sama bungkam ketika ditanya tentang materi pemeriksaan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan dua dokter itu diperlukan untuk mempertajam bukti tersangka Bimanesh yang dimiliki penyidik saat ini. Bukti yang dimaksud berkaitan dengan prosedur medis perawatan Setnov yang dilakukan pihak RS. “Misalnya terkait dengan apakah ketika ada pasien yang akan menggunakan ruang rawat inap dimungkinkan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu,” jelasnya.

Pendalaman soal prosedur perawatan Setnov pasca insiden kecelakaan kontroversial di kawasan Permata Hijau itu memang perlu dilakukan. Sebab, diduga ada rekayasa yang dilakukan pihak rumah sakit agar Setnov bisa langsung masuk ruang rawat inap. “Ada juga indikasi (Setnov) sudah dipesankan kamar (sebelum kecelakaan terjadi, Red),” jelas Febri.

KPK terus berupaya merampungkan penyidikan tersebut. Sebelumnya, KPK telah melimpahkan berkas Fredrich ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Fredrich pun sudah mulai menjalani persidangan pada Kamis (8/2). “Untuk BST (Bimanesh) kami masih perlu mempertajam (bukti),” imbuh Febri. Selain dokter RS Medika, KPK juga bakal mendalami keterangan pihak terkait lain.

Terkait dengan jalur keluar saksi Hafil yang melalui koridor berbeda dengan Nadia, Febri belum bisa memberikan komentar. Namun, bila hal itu terjadi, berarti memang ada kebutuhan penyidik terkait dengan perlindungan saksi. “Saya belum dapat kepastian apakah memang sudah ada ancaman atau potensi ancaman (kepada Hafil, Red),” terangnya. (tyo)

Facebook Comments