Radar Jateng

Warga Pilih Bertahan di Genangan

Warga Pilih Bertahan di Genangan

BERENANG – Farel Andika Putra, dan Andreas Ananda bermain air di depan rumah Kasmi, warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, kemarin.
DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

PATI – Korban bencana banjir memilih bertahan di rumah. Meski, di dalam rumahnya tergenang hingga 60 sentimeter. Seperti ratusan warga Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati. Mereka tetap di rumahnya masing-masing.

Kepala Desa Kasiyan Rumaji mengaku, air merendam 27 rumah yang dihuni 111 jiwa. Jumlah itu terdiri dari 96 orang dewasa, sembilan balita, dan enam lansia. Mereka masih setia di dalam rumah.

Warga masih setia bertahan di rumah-rumah. Apabila nantinya banjir semakin besar, pihaknya menyiapkan kelengkapan evakuasi warga menuju ke lokasi yang aman.

“Kami sudah menyiapkan beberapa perahu untuk mengevakuasi warga apabila banjir besar terjadi. Selain itu, sudah ada tempat pengungsian untuk warga yang kami siapkan. Kami juga sudah melaporkan hal itu kepada pihak terkait untuk membantu warga,” katanya.

Genangan ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Kondisi itu membuat sungai di Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan, tak mampu menahan debit air. Aliran air sungai itu berasal dari Bendungan Wilalung Kudus. Sehingga air sungai melimpas ke pemukiman dan persawahan warga. “Sebenarnya banjir sudah melanda tiga hari ini. Awalnya air hanya menggenangi jalan, kemudian semakin tinggi dan masuk ke pemukiman. Ketinggian air yang masuk ke pemukiman dan jalan mencapai 40-60 sentimeter,” ungkapnya kemarin.

Beberapa jalan penghubung antar daerah tergenang. Namun, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintasi.

Banjir juga melanda Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Genangan air di wilayah itu disebabkan limpasan. Kemarin genangan air memasuki rumah warga. Mereka memilih tetap bertahan di rumah.

Warsini, 45, warga asal RT 2 RW 3, Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan mengaku, memilih tinggal di rumahnya.”Meski sudah empat hari tergenang, tapi saya belum ingin mengungsi karena ini sudah langganan tiap tahun,” katanya kemarin.

Hal senada dikatakan Maskun, warga RT 6 RW 3. Meski dalam kondisi banjir, dia masih melangsungkan acara pernikahan anaknya. “Mau bagaimana lagi. Acara sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Masak ndak jadi,” imbuhnya.

Kondisi serupa dialami Kasmi, warga RT 1 RW 3, Dukuh Barisan, Desa Jati Wetan. Akibat hujan deras berhari-hari rumahnya tergenang air hingga 80 cm.

Camat Jati Andreas Wahyu mengungkapkan, wilayah yang terendam di Jati Wetan, Jati Kulon dan Tanjungkarang. Tinggi genangan bervariasi. “Daerah itu sudah menjadi langganan tiap tahun karena wilayahnya termasuk daerah di dataran rendah,” katanya. (put)

Facebook Comments