Features

Menengok Kunjungan SDIT Insan Mulia Kajen ke Radar Pekalongan

*PSL, Kenali Lebih Dekat Dunia Jurnalis

Program Studi Lapangan (PSL) menjadi satu program unggulan SDIT Insan Mulia Kajen, dalam membentuk karakter dan mental para siswanya. Pasalnya program ini merupakan implementasi dari teori yang sudah didapatkan para siswanya di kelas. Tak terkecuali dunia jurnalis. Bagaimana ceritanya? MALEKHA, BINAGRIYA

Menengok Kunjungan SDIT Insan Mulia Kajen ke Radar Pekalongan

KUNJUNGAN – SDIT Insan Mulia Kajen melakukan kunjungan ke Radar Pekalongan.
MALEKHA / RADAR PEKALONGAN

TIDAK seperti biasanya, suasana pagi Kantor Radar Pekalongan di Jl Binagriya Raya B1 No 9 Pekalongan mendadak menjadi ramai. Sebanyak 63 siswa-siswi yang berseragam pramuka turun dari angkot dan memasuki ruang lobi Kantor Radar Pekalongan.

Tiap langkah mereka mensiratkan antusiasme dan semangat belajar tinggi, apalagi kedatangan mereka disambut langsung oleh GM Radar Pekalongan Ade Asep Syarifuddin dan tim Radar Pekalongan.

Berbagai ilmu disampaikan GM Radar Pekalongan kepada para siswa yang sudah mulai menyiapkan diri mendengarkan materi, mulai dari dasar-dasar pertanyaan hingga siswa mempraktekkan diri menjadi wartawan dan narasumber.

Setiap sesi dilalui dengan antusias, bahkan tak sedikit siswa yang masih duduk di kelas 5 SD itu menguatkan mentalnya untuk bertanya seputar dunia jurnalis. Karena tentunya untuk bertanya didepan umum adalah sesuatu yang tidak mudah dan membutuhkan keberanian yang ekstra.

Hal ini pun diakui oleh Penanggung Jawab Kegiatan, Rosyid Ridho, mengenai antusiasme siswa-siswi SDIT Insan Mulia Kajen, terkait kunjungan ke Radar Pekalongan dalam program PSL. “Yang antusias sebenarnya tidak hanya para siswanya mbak, tapi juga orang tua siswa. Mereka sudah mempersiapkan jauh-jauh hari apa saja yang perlu dipersiapkan pada kunjungan PSL kali ini,” ungkap Rosyid sapaan akrabnya.

Selain itu, hal yang membuat kegiatan PSL ini mempunyai daya tarik lebih kepada para siswa, yaitu kegiatan ini merupakan implementasi dari teori yang biasanya siswa dapatkan di kelas. Dan kegiatan ini hanya dilakukan 2 kali dalam satu semester.

“Jadi untuk materi kali ini ada keterakaitan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, didalamnya ada materi tekhnik wawancara bahkan ada pada taraf narasumber dan wartawan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kegiatan PSL ini juga menjadi salah satu upaya pengenalan profesi kepada para siswa. Agar kelak mereka mereka mempuyai imajinasi nyata tentang profesi jurnalis yang sesungguhnya.

“Kami berharap, kegiatan ini bisa memberikan stimulasi secara psikologis kepada para siswa, yang tadinya pendiam bisa lebih berani dan bisa membantu mereka mengenal berbagai macam profesi yang bisa menjadi alternative cita-cita mereka,” pungkas Wali kelas 5 A. (*)

Penulis: Malekha | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments