Radar Jateng

Banjir Meluas di Utara

Banjir Meluas di Utara

LUMPUH – Air menggenangi Jalan Tayu-Dukuhseti akibat banjir yang terjadi kemarin.
SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS

PATI – Bencana banjir meluas di Bumi Mina Tani. Banjir telah melanda di Kecamatan Gabus, Jakenan, Jaken, Juwana, Kota, dan Sukolilo. Kini merambah di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu.

Kepala BPBD Pati Sanusi Sisoyo menjelaskan, banjir tersebut diakibatkan intesitas hujan tinggi di utara kemarin (8/2). Hujan terhadi sekitar pukul 03.00 hingga pukul 08.00.

Hujan tersebut menyebabkan sungai tidak mampu menampung air. Debit air sungai meluap ke pemukiman dan lahan pertanian warga. “Ketinggian banjir itu sekitar 10-70 sentimeter. Ada delapan desa yang menjadi dampak bencana banjir di Pati utara. Ada ratusan rumah dan puluhan hektare sawah terendam air. Ketinggian air di rumah warga bervariasi. Sedangkan total kerugian yang dialami warga mencapai Rp 549 juta,” ungkapnya.

Dia merinci, banjir di Desa Dumpil ada 14 rumah tergenang, Desa Dukuhseti ada 39 rumah terendam, Desa Banyutowo ada 42 rumah tergenang, dan Desa Bakalan ada 50 rumah. Selain itu, di Desa Bakalan ada sekitar 12 hektar sawah dan 17 hektar tambak terendam air.

Sedangkan, di Desa Kembang ada 50 rumah dan 10 hektar sawah terendam air. Ada juga sekitar 20 hektar sawah di Desa Grogolan terendam, Desa Ngagel ada delapan rumah dan delapan hektare sawah terendam air, dan Desa Tegalombo ada 15 hektare sawah terendam air.

Terpisah, Kasi Pembangunan Desa Ngagel Setyo Widi Nugroho memprediksi, banjir disebabkan area hutan Ngarengan rusak. Sehingga limpasan air dari hutan mengalir ke sungai. Akhirnya melimpas ke pemukiman dan persawahan.

“Kami berharap air yang kini merendam pemukiman dan perawahan secepatnya surut. Karena tanaman di sawah belum bisa dipanen. Usianya belum matang. Kemungkinan nanti kondisinya puso. Ini merugikan petani. Selain itu, menggangu aktivitas warga yang rumahnya terendam air,” katanya. (put)

Facebook Comments